KEPRI KESEHATAN TANJUNGPINANG

Vnews.click, Tanjungpinang – Upaya meningkatkan kesadaran ibu hamil terhadap tanda-tanda bahaya kehamilan terus dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) oleh dosen Program Studi DIII Kebidanan Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang.

Melalui kampanye bertajuk “Safe Pregnancy: Deteksi Dini Tanda Bahaya dalam Mewujudkan Kehamilan Tanpa Risiko”, tim memberikan edukasi sekaligus melakukan pemeriksaan kesehatan kepada ibu hamil di Kelurahan Kampung Bugis.

Kegiatan ini menyasar sebanyak 30 ibu hamil dan dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan tim dosen, mahasiswa, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Kampung Bugis.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kemampuan ibu hamil dalam mengenali kondisi yang membutuhkan perhatian dan penanganan tenaga kesehatan secara lebih dini.

Ketua tim pengabdian, Darwitri, bersama anggota tim Melly Damayanti dan Metasari Sihaloho, serta dibantu empat orang mahasiswa, melaksanakan kegiatan dengan berkoordinasi bersama Kepala Puskesmas Kampung Bugis dan bidan penanggung jawab kegiatan dari Puskesmas Kampung Bugis.

Deteksi dini sebagai salah satu strategi penting untuk mencegah komplikasi kehamilan. Hal ini sejalan dengan kondisi wilayah Kampung Bugis yang masih menghadapi permasalahan kesehatan ibu hamil, antara lain anemia, Kekurangan Energi Kronis (KEK), perdarahan, dan preeklamsia.

Data tahun 2024 menunjukkan prevalensi KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kampung Bugis sebesar 10,7 %, sedangkan angka kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kampung Bugis sebesar 9,3 %.

Rangkaian kegiatan diawali pada 17 Juli 2026 di Masjid Nurul Haq, Kelurahan Kampung Bugis. Pada kegiatan tersebut, ibu hamil terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengetahui pemahaman awal mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan. Selanjutnya, tim memberikan penyuluhan mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan dan kondisi kehamilan berisiko.

Materi yang diberikan mencakup pentingnya mengenali gejala yang memerlukan pemeriksaan segera serta kapan ibu hamil harus mencari pertolongan ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Beberapa tanda bahaya yang ditekankan antara lain perdarahan, nyeri kepala hebat, gangguan penglihatan, pembengkakan pada tangan dan wajah, berkurangnya gerakan janin, kejang, demam tinggi, serta pecahnya ketuban sebelum waktunya.

“Kehamilan pada umumnya merupakan proses fisiologis, tetapi dapat berkembang menjadi kondisi patologis. Karena itu, ibu hamil perlu mengenali perubahan yang tidak normal dan tidak menunda mencari pertolongan apabila menemukan tanda bahaya,” ujar Ketua Tim PkM, Darwitri.

Kegiatan berikutnya dilaksanakan pada 6 Agustus 2026 di Posyandu Kasih Ibu, Kelurahan Kampung Bugis. Pada kegiatan ini, tim melakukan deteksi dini kondisi kesehatan ibu hamil melalui sejumlah pemeriksaan. Pemeriksaan meliputi pengukuran berat badan, tekanan darah, Lingkar Lengan Atas (LILA), kadar hemoglobin (Hb), gula darah, serta protein urine.

Dari hasil pemeriksaan pada kegiatan tersebut, ditemukan dua ibu hamil dengan anemia ringan dan tiga ibu hamil mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Temuan tersebut menjadi perhatian tim karena kondisi anemia dan KEK selama kehamilan perlu mendapatkan pemantauan dan penanganan yang tepat.

Seluruh ibu hamil diberikan bahan makanan untuk diolah menjadi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) serta edukasi mengenai Standar Makanan Tambahan Berbahan Pangan Lokal untuk Ibu Hamil.

Selain itu, ibu hamil diberikan edukasi mengenai kebutuhan makan dan minum serta anjuran porsi berdasarkan kecukupan energi selama kehamilan.

Pendekatan ini diharapkan dapat membantu ibu hamil memenuhi kebutuhan gizi dan mencegah masalah gizi yang dapat berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin.

Kegiatan Safe Pregnancy tidak berhenti pada penyuluhan dan pemeriksaan. Tim juga merencanakan monitoring dan pendampingan bagi ibu hamil, terutama mereka yang ditemukan memiliki tanda atau faktor risiko, baik melalui kegiatan kelas ibu hamil maupun kunjungan rumah.

Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan bidan Puskesmas Kampung Bugis. Dalam rancangan kegiatan, monitoring dan pendampingan ditujukan untuk memastikan ibu hamil yang teridentifikasi memiliki masalah memperoleh tindak lanjut yang sesuai.

Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, bidan, puskesmas, kelurahan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program.

Tim berharap edukasi mengenai tanda bahaya kehamilan tidak hanya berhenti selama kegiatan PkM, tetapi dapat terus diterapkan oleh ibu hamil dan keluarga dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kampanye ini, ibu hamil tidak hanya mendapatkan pemeriksaan, tetapi juga didorong untuk lebih aktif memantau kondisi kehamilannya dan memahami kapan harus segera mencari pertolongan.

“Harapannya, ibu hamil semakin peka terhadap kondisi dirinya, tidak menganggap sepele tanda-tanda yang muncul selama kehamilan, serta segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan keluhan atau tanda bahaya,” lanjut Darwitri.

Kegiatan Kampanye Safe Pregnancy menjadi salah satu bentuk kontribusi Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang dalam mendukung transformasi layanan primer melalui penguatan upaya promotif dan preventif di masyarakat.

Dengan deteksi dini, edukasi yang berkelanjutan, serta pendampingan bersama tenaga kesehatan, diharapkan ibu hamil di Kelurahan Kampung Bugis dapat menjalani kehamilan dengan lebih sehat, aman, dan terpantau hingga persalinan. (Lus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *