BINTAN KEPOLISIAN KEPRI KRIMINAL

Bintan (Vnews.click) – Polres Bintan, Polda Kepulauan Riau (Kepri) mengingatkan para pengusaha jangan menimbun barang-barang penting, khususnya sembako jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2023.

“Sembako diperlukan masyarakat setiap harinya, maka kami minta jangan ada yang disimpan atau ditimbun serta jangan mempermainkan harga,” kata Kapolres Bintan AKBP Tidar Wulung Dahono, Senin (12/12/2022).

Kapolres Bintan menyebut apabila ada pengusaha kedapatan menimbun bahan pokok, maka bisa dijerat sesuai dengan Undang-Undang Perdagangan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Ia mengatakan aparat kepolisian tidak hanya memberikan peringatan, tetapi juga

melaksanakan pengawasan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di pasaran bersama instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bintan.

“Kegiatan ini penting dilakukan untuk mengetahui ketersediaan bahan pokok di pasar. Apalagi mau menyambut Natal dan Tahun Baru,” ujar Kapolres Bintan.

Menurutnya dari hasil pengawasan personel di lapangan, seperti di Pasar Tradisional Barek Motor Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Bintan, bahwa ketersediaan bahan pokok dipastikan masih aman hingga akhir tahun.

Namun demikian, kata dia, terjadi kenaikan harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional itu, khususnya komoditas pertanian seperti cabai, bawang, dan sayuran yang mulai terjadi sejak Sabtu 10 Desember 2022.

Kenaikan ini berkaitan dengan faktor anomali cuaca musim hujan dari daerah pemasok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) serta dampak dari erupsi gunung Semeru di Pulau Jawa.

“Kenaikan harga berkisar antara Rp3000 sampai dengan Rp5000 per kilogram,” ungkapnya.

Sedangkan harga daging masih stabil, yaitu daging sapi segar Rp160 ribu per kilogram, daging sapi beku seharga Rp100 ribu per kilogram. Demikian juga dengan harga daging ayam segar dan daging ayam beku tidak mengalami kenaikan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, kami akan rutin mengontrol bahan pokok di gudang-gudang penyimpanan agar distribusi lancar dan harga tetap stabil,” demikian AKBP Tidar. (Ham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *