BINTAN (VNEWS.click) – Jelang perayaan Imlek, perajin dupa di jalan Angsana, Kampung Melayu, Cikolek Kecamatan Toapaya Kabupaten Bintan mengaku masih sepi pembeli.
Biasanya, pada sepuluh hari jelang perayaan Imlek, para pengurus Klenteng dari berbagai luar daerah Kabupaten Bintan sudah ramai membeli dupa ditempat ini. “ Misalnya pemesanan dari Kota Tanjungpinang, Kota Batam dan Kabupaten Karimun,” kata Aan, pengelola pembuat Dupa.
Para perajin dupa menyatakan, tahun inipenjualannya jauh merosot hingga dua puluh persen dibandingkan imlek tahun lalu. Hal ini terjadi karena disebabkan sepinya pembeli.
“Biasa sepuluh hari jelang perayaan Imlek, bisa menjual ratusan batang dupa ukuran besar,” ujarnya.
Namun tahun ini, lanjut Aan, mereka h anya menjual puluhan batang saja. Dia berharap mendekati perayaan Imlek ada peningkatan penjualan dupa ditempatnya.
Untuk diketahui, setiap hari di tempat ini memproduksi berbagai jenis dupa baik ukuran kecil maupun ukuran besar. Dupa yang dibuat dari serbuk kayu ini dijual dengan harga bervariasi.
“Untuk ukuran kecil, persetnya dengan isi 30 batang dupa dijual 200 ribu rupiah. Sementara dupa dengan ukuran besar 12 kaki atau 3,6 meter dijual Rp1 juta,” tutupnya.(Apd)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

