KEPRI PEMERINTAHAN TANJUNGPINANG UPDATE

Tanjungpinang (Vnews.click) – Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang mendirikan posko pelayanan Natal dan Tahun Baru di beberapa titik yang ada aktivitas turun naik penumpang, yaitu di pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP), posko di pelantar kuning, pelantar KUD, pelantar Penyengat dan pelantar II.

Posko ini didirikan bersama stakehokder terkait, seperti Karantina Kesehatan, Kepolisian hingga TNI untuk mensukseskan perayaan Natal dan Tahun Baru, mulai 18 Desember 2023 sampai 8 Januari 2024.

“Beberapa titik ini kami pantau dan awasi, karena saat liburan biasanya antusias warga yang ingin berwisata ke Pulau Penyengat dan Senggarang tinggi,” kata Kepala Seksi Lalu Lintas, KSOP Kelas II  Tanjungpinang Imran, Kamis (21/12/2023).

Dengan adanya posko tersebut, tentu memberikan rasa aman dan nyaman bagi para penumpang, karena KSOP akan memastikan pompong antarpulau dalam kondisi baik dan tidak melebihi kapasitas.

“Biasanya hal-hal teknis seperti ini kurang diperhatikan penambang pompong, sehingga harus kita pantau,” demikian Imran.

Imran juga memprediksi terjadi lonjakan penumpang pada hari raya Natal dan Tahun Baru di pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) yang sebesar 17 persen atau mencapai 175 ribu orang, meliputi kedatangan 89 ribu orang dan keberangkatan 86 ribu orang.

Imran menyebut lonjakan penumpang Natal dan Tahun Baru diperkirakan mulai terjadi pada tanggal 22-23 Desember 2023 atau periode pra Natal.

Kemudian, berlanjut pada tanggal 29 Desember 2023 atau periode Natal, serta tanggal 7 Januari 2024 atau pasca tahun baru.

“Pada tanggal-tanggal tersebut, orang akan berangkat dan tiba di pelabuhan SBP Tanjungpinang, sehingga perlu dapat perhatian lebih dari kita,” ungkap Imran.

Ia menyatakan KSOP telah menyiapkan langkah antisipasi guna menghadapi lonjakan arus penumpang Natal dan Tahun Baru di pelabuhan SBP, antara lain bekerja sama dengan operator pelayaran menyiapkan 54 armada kapal, dengan total kapasitas penumpang mencapai 11.201 orang.

Berikutnya, ialah memberangkatkan kapal tidak sesuai jadwal, artinya jika penumpang penuh maka kapal akan langsung diberangkatkan. Hal ini bertujuan menghindari penumpukan dan antrean panjang di terminal pelabuhan SBP Tanjungpinang.

“Khususnya, rute pelayaran Tanjungpinang – Batam, karena jumlah armadanya lebih banyak serta durasi keberangkatan kapal yang tidak terlalu lama,” ujar Imran.

Lanjut Imran menambahkan pihaknya juga memastikan keamanan kapal angkutan penumpang Natal dan Tahun Baru, dengan melakukan uji kelaikan kapal sebelum berangkat. Termasuk memeriksa kelengkapan kapal seperti jaket keselamatan, mesin, dan awak kapal cakap atau tidak.

Selain itu, KSOP rutin memantau perkembangan cuaca yang disampaikan BMKG sebagai pedoman pemberian izin untuk kapal berlayar.

“Kami sangat memperhatikan aspek keamanan serta keselamatan pelayaran di pelabuhan SBP,” pungkas Imran. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *