Tanjungpinang (Vnews.click) – Sepanjang tahun 2024, ada 10 jenis penyakit rawat inap yang paling banyak menyedot anggaran BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang.
Adapun rinciannya, yakni operasi pembedahan caesar ringan 1.204 kasus, lalu simple pneumonia dan whooping cough ringan 904 kasus.
Kemudian, nyeri abdomen dan gastoenteritis lainnya (ringan) 868 kasus, infeksi non bakteri ringan 676 kasus, persalinan vaginal ringan 502 kasus, diagnosis sistem pencernaan lain-lain (ringan) 403 kasus, prosedur pada kulit, jaringan bawah kulit dan payudara ringan 372 kasus.
Berikutnya, ada pula penyakit kencing manis dan gangguan nutrisi/metabolik ringan 319 kasus, gangguan antepartum ringan 277 kasus, dan kecederaan pembuluh darah otak dengan infark ringang 273 kasus.
“Selama peserta JKN mengikuti prosedur yang berlaku, BPJS Kesehatan pasti menanggung semua jenis tindakan dan biaya pelayanan kesehatan yang diberikan sesuai dengan indikasi medis yang ditetapkan oleh dokter,” kata Kepala Bagian SDM dan Komunikasi BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang Roby Okta Dhani P, Selasa (1/10/2024).
Roby menyebut hingga September 2024, BPJS Kesehatan Tanjungpinang telah membayarkan biaya klaim pengobatan/perawatan sekitar Rp274 miliar terhadap fasilitas kesehatan yang menjadi mitra kerja mereka.
Klaim tersebut dibayarkan kepada fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) sekitar Rp41 miliar dan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL) sekitar Rp232 miliar.
“Hingga September 2024, kami telah bekerja sama dengan 93 FKTP dan dan 15 FKRTL,” ujar Roby.
Roby mengatakan FKTP dimaksud terdiri dari puskesmas, klinik, serta dokter per orangan. Sementara FKRTL, meliputi rumah sakit hingga klinik utama.
Seluruh fasilitas kesehatan mitra tersebut tersebar di lima wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang, antara lain Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Kabupaten Lingga, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Natuna.
Roby menyebut Tanjungpinang menjadi daerah yang mendapatkan pembayaran klaim paling besar dari BPJS Kesehatan, karena di Kota Gurindam itu terdapat rumah sakit rujukan se-Provinsi Kepri, yaitu RSUD Raja Ahmad Tabib.
“Selain itu, penduduk di Tanjungpinang juga tercatat paling banyak dibanding empat kabupaten/kota lainnya yang berada di wilayah kerja kami,” pungkas Roby. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

