Tanjungpinang (Vnews.click) – Harga cabai nano di pasaran Tanjungpinang mengalami kenaikan naik dari Rp80 ribu per kilogram menjadi Rp100 ribu per kilogram.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Aries Fhariandi, mengatakan kenaikan harga cabai nano terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Ia menyebut kenaikan harga terjadi akibat stok cabai nano di daerah itu berkurang dipicu gangguan produksi di daerah-daerah penghasil karena cuaca ekstrem (panas) belakangan ini.
Menurutnya kebutuhan cabai di Kepri selama ini dipasok dari luar daerah, seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh hingga Pulau Jawa.
“Jadi, ketika daerah penghasil mengalami gangguan pasokan cabai, maka harga cabai di Kepri bakal berfluktuatif,” ujarnya, Kamis (25/7/2024).
Sementara untuk harga cabai rawit dan cabai merah relatif masih stabil, yaitu di kisaran Rp50 ribu sampai Rp68 ribu per kilogram.
Aries melanjutkan pihaknya terus berupaya menjaga pasokan cabai di Kepri guna memenuhi permintaan masyarakat dan menjaga kestabilan harga di pasaran, karena cabai menjadi salah satu penyumbang angka inflasi.
Upaya yang dilakukan, yaitu menjalin kerja sama dengan berbagai daerah penghasil di Indonesia untuk memasok cabai ke Kepri.
“Kita telah bekerja sama dengan beberapa daerah penghasil cabai dari Pulau Sumatera hingga Pulau Jawa,” ujar dia.
Selain itu, Pemprov Kepri terus menggalakkan gerakan menanam cabai di pekarangan rumah warga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, sehingga tidak terlalu bergantung dengan pasokan cabai dari daerah lain.
Gerakan menanam ini juga sebagai upaya mewujudkan program ketahanan pangan masyarakat di Kepri. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

