Tanjungpinang (Vnews.click) – Keberangkatan Kapal KM Sabuk Nusantara 48 milik Pelni dari Tanjungpinang menuju Pulau Tambelan dan Natuna, terpaksa ditunda akibat tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
Kepala Cabang Pelni Tanjungpinang, Putra Kencana, mengatakan penundaan keberangkatan itu berdasarkan pertimbangan nakhoda kapal, karena pergerakan gelombang dari samping dengan ketinggian 2,5 meter sangat berisiko bagi keselamatan pelayaran.
“Penundaan KM Sabuk Nusantara menunggu sampai kondisi cuaca membaik, mudah-mudahan 10 Januari 2026 kapal sudah bisa berangkat,” kata Putra, Rabu (7/1/2026).
Putra menyebut KM Sabuk Nusantara 48 semula dijadwalkan berangkat dari Tanjungpinang menuju Tambelan lalu Natuna, pada Kamis, 8 Januari 2026, pukul 13.00 WIB.
Menurutnya sebanyak 89 orang penumpang KM Sabuk Nusantara 48 sudah membeli tiket keberangkatan, namun dikarenakan kapal ditunda berangkat, akhirnya sebagian dari mereka memilih batal berangkat dan meminta pengembalian uang tiket di loket kantor Pelni Tanjungpinang.
Sementara bagi penumpang lainnya yang memilih tetap berangkat dengan KM Sabuk Nusantara 48, maka masih bisa menggunakan tiket yang sudah dibeli tersebut.
“Hingga hari ini, ada 16 orang batal berangkat. Kita lakukan pengembalian dana tiket 100 persen,” ujarnya.
Putra menambahkan kebijakan penundaan kapal berangkat di tengah cuaca buruk dan gelombang tinggi merupakan langkah antisipasi dan mitigasi Pelni terhadap aspek keamanan dan keselamatan, baik kapal maupun penumpang.
“Pelni sangat mengutamakan keamanan, kenyamanan dan keselamatan pelayaran dari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” pungkasnya. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

