Tanjungpinang (Vnews.click), (Advetorial) – Plt Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Marlin Agustina menyoroti angka stunting naik mencapai 16,8 persen berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023.
Menurut data SKI, Kepri menempati posisi terendah kelima di Indonesia terkait kasus stunting, setelah Bali, Jambi, Riau, dan Lampung.
“Namun, prevalensi stunting di Kepri mengalami kenaikan dari 15,4 persen pada 2022 menjadi 16,8 persen pada 2023,” kata Marlin, Senin (21/10/2024).
Kenaikan angka ini, katanya, harus segera ditindak lanjuti bersama seluruh pemangku kepentingan terkait agar Kepri tetap berada di jalur yang benar dan mampu mencapai target prevalensi stunting 14 persen pada 2024.
Oleh karena itu, Marlin menekankan penguatan upaya pencegahan sekaligus penanganan stunting dari hulu ke hilir, yang dimulai dari kesiapan remaja menghadapi pernikahan, perawatan ibu hamil dan janinnya, serta perawatan ibu usai melahirkan dan bayinya.
“Kalau upaya ini bisa kita optimalkan, saya yakin target penurunan stunting 14 persen pada tahun 2024 dapat tercapai,” ujarnya.
Marlin melanjutkan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi kasus stunting ialah memaksimalkan kader posyandu yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Kepri. Jumlahnya mencapai 10.229 orang.
Sebagai tenaga sukarela yang direkrut dari, oleh, dan untuk masyarakat, menurutnya, keberadaan kader posyandu amat penting dalam mendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan di seluruh siklus hidup, terutama mencegah stunting.
“Diharapkan kader posyandu terus meningkatkan pengetahuan dan berbagi ilmunya kepada masyarakat sehingga terwujud masyarakat yang peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan,” ujar Marlin.
Ia menyebut kader posyandu diharapkan proaktif menggerakkan orangtua untuk mengantarkan anaknya ke posyandu guna dilakukan pengukuran hingga penimbangan berat badan.
Selanjutnya, melakukan penyuluhan tentang pola makan sehat dan mengolah makanan bergizi, lalu melakukan identifikasi anak berisiko stunting melalui penimbangan dan pengukuran tinggi badan secara rutin.
“Kemudian, memberikan edukasi tentang stunting dan langkah pencegahannya kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan pengasuh anak,” pungkasnya. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

