KEPRI SOSIAL TANJUNGPINANG

Vnews.click, Tanjungpinang – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Provinsi melaksanakan empat proyek penanganan banjir di tahun anggaran 2026.

“Keempat proyek dimaksud, dua di antaranya berlokasi di Kabupaten Karimun, dan dua proyek lainnya di Pulau Bintan,” kata Kepala Dinas PUPP Kepri, Rodi Yantari, Jumat (7/8/2026).

Rodi menjelaskan di Karimun, Dinas PUPP Kepri melaksanakan pekerjaan normalisasi parit Jalan Kemunting, Desa Tanjung Berlian Barat, Kecamatan Kundur Utara, dan pembangunan pintu air di Dusun 4 Desa Sebesi, Kecamatan Kundur.

Selain untuk pengendalian banjir di lahan pertanian penduduk, menurutnya, proyek ini juga sebagai upaya mewujudkan Asta Cita Presiden RI dalam rangka mendukung ketahanan pangan.

“Pembangunan di dua lokasi ini diharapkan dapat mencegah kerusakan lahan pertanian, sehingga tidak menggangu produksi pertanian atau perkebunan masyarakat,” ujarnya.

Sedangkan di Pulau Bintan, kata Rodi, proyek pengendalian banjir terletak di Kampung Purwodadi, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur.

Pembangunan kanal banjir di kiri dan kanan sungai tersebut meliputi pemasangan batu miring untuk saluran, normalisasi, serta perbaikan saluran yang patah guna mencegah banjir ke perkebunan milik warga setempat.

“Selain merendam pemukiman, banjir yang terjadi pada 2021 di perkampungan ini juga merusak tanaman di lahan perkebunan masyarakat setempat, sehingga harus dibangun pengendali banjir,” ungkapnya.

Berikutnya proyek pengendalian banjir di Kampung Kepodang II, Kota Tanjungpinang, juga dianggap mendesak karena menyangkut keamanan dan keselamatan warga setempat.

Rodi menyebut banjir yang terjadi di kawasan itu sejak akhir tahun 2020, telah menyebabkan 4 dari 60 rumah warga sekitar terendam air hingga setinggi dada orang dewasa, bahkan menimbulkan kerusakan parah.

Selain dikhawatirkan mengakibatkan kerusakan yang lebih parah akibat erosi di tebing sungai, proyek di Kampung Kepodang II ini untuk mengantisipasi masuknya buaya ke pemukiman penduduk.

“Sungai di belakang Perumahan Anggrek Pinang itu adalah jalur lintasan buaya,” ujar Dona.

Di Kampung Kepodang II, Dinas PUPP Kepri membangun batu miring sepanjang 70 meter untuk menangani kerusakan dan mencegah masuknya buaya yang kerap muncul di sempadan sungai.

Pemerintah Provinsi Kepri, melalui Dinas PUPP berharap dukungan berbagai pihak, utamanya yang berada di lokasi pekerjaan. (Lus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *