BINTAN EKONOMI KEPRI PEMERINTAHAN SOSIAL UPDATE Videos

Bintan (Vnews.click) – Rencana pembangunan Estuary DAM Teluk Bintan dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) diperkirakan akan menyerap investasi mencapai Rp14 triliun.

Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Kepri, Luki Zaiman Prawira, menyatakan, pembangunan DAM Teluk Bintan tersebut akan dikerjakan oleh Konsorsium PT Tamaris Hydro dan PT Moya Indonesia.

Proyek ini ditargetkan mulai dilelang bulan Juni 2025, dan proses pembangunan konstruksinya dimulai 2027.

“Kalau mengandalkan APBD Kepri tak akan sanggup, makanya pemerintah perlu menggandeng investor, khususnya dalam negeri,” kata Luki, Rabu (11/6/2025).

Luki menjelaskan bahwa DAM atau bendungan tersebut tidak dibangun di atas daratan, melainkan di atas perairan laut, dari Tanjungpinang menuju Teluk Bintan.

Bendungan air laut itu kemudian akan diolah menjadi air bersih untuk konsumsi masyarakat, dengan menggunakan teknologi mutakhir.

“Proyek ini mampu meningkatkan ketahanan air untuk warga Pulau Bintan  serta Batam,” ungkap Luki.

Ia memaparkan saat ini pihak perusahaan (investor) masih melakukan kajian teknis mendalam terkait rencana proyek DAM Bintan itu guna menganalisa dampak dari pembangunan bendungan tersebut, baik di sisi aspek tenaga kerja, masyarakat nelayan, serta biota laut.

Hasil kajian itu selanjutnya akan dibahas bersama-sama Pemprov Kepri, Pemkot Tanjungpinang, Pemkab Bintan, bahkan melibatkan masyarakat setempat.

“Kami juga minta masyarakat jangan berpikir macam-macam, apalagi sampai ada isu beberapa desa akan tenggelam imbas proyek DAM ini. InsyaAllah itu tak akan terjadi,” tutupnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *