EKONOMI KEPRI TANJUNGPINANG

Vnews.click, Tanjungpinang – Dewan Energi Nasional (DEN) menyatakan indeks ketahanan energi nasional saat ini masuk kategori “tahan”, dengan skor 7.13.

“Indonesia termasuk negara yang tahan terhadap goncangan energi ketika situasi geopolitik terjadi di Timur Tengah,” kata Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (DEN), Muhammad Kholid Syeirazi, usai menjadi narasumber sosialisasi kebijakan energi nasional di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Kota Tanjungpinang, Rabu (30/9/2026).

Kholid mengatakan Indonesia memiliki sumber daya energi yang melimpah, salah satunya cadangan batu bara untuk pasokan listrik dipastikan tak akan terganggu.

Namun dari sisi cadangan bahan bakar minyak (BBM), lanjut dia, memang terjadi sedikit goncangan yang dipicu sekitar 30 persen BBM termasuk 38 persen minyak mentah masih tergantung dari impor luar negeri.

Persoalan itu pun dinilai riskan terhadap kondisi pasokan BBM di Indonesia apabila bahan impor terbatas atau tak ada sama sekali.

Maka itu, pihaknya terus mendorong agenda ketahanan energi melalui swasembada sumber daya yang dimiliki lalu diolah untuk pemenuhan energi nasional, sehingga tidak lagi tergantung dengan impor.

“Sesuai mandatory, stok BBM kita mampu bertahan 23 hari, dan LPG 15 hari. Sejauh ini tak ada gangguan stok, BBM masih aman untuk transportasi, demikian pula LPG untuk rumah tangga,” ucapnya.

Kholid mengakui sempat terjadi kelangkaan BBM di SPBU yang disebabkan kenaikan harga BBM non-subsidi, sehingga membuat sejumlah konsumen beralih menggunakan BBM subsidi, seperti konsumen pertamax beralih ke pertalite.

“Dampaknya, konsumsi BBM subsidi melonjak. Sementara kuotanya cukup sampai akhir tahun,” pungkasnya. (Lus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *