Tanjungpinang (Vnews.click) – Sebanyak 6.352 warga Provinsi Kepri ditemukan positif penyakit tuberkulosis (TBC) sepanjang tahun 2025.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri, Mochammad Bisri, Jumat (2/1/2026).
Bisri menyebut Dinkes Kepri menargetkan untuk menemukan sebanyak mungkin jumlah penderita TBC guna mendukung program nasional mengeliminasi atau menghapuskan penyakit TBC di tahun 2030.
“Tahun 2025, kami menargetkan 13 ribu angka penderita TBC, tapi baru tercapai 6.352 orang atau 46 persen. Tahun depan program ini tetap berlanjut, dengan target yang baru pula,” kata Bisri.
Menurut Bisri upaya menemukan orang sakit TBC tahun 2025 dilakukan dengan berkeliling ke tengah-tengah masyarakat menggunakan mobil X-Ray, selanjutnya memeriksa dada masyarakat dan apabila terindikasi TBC, akan diambil dahaknya untuk diperiksa lebih lanjut.
Selain itu, kata dia, pemeriksaan TBC juga bisa dilakukan di puskesmas-puskesmas terdekat menggunakan radiologi.
Ia menyampaikan warga yang sudah positif TBC langsung ditangani Dinkes, termasuk melakukan penelusuran terhadap keluarga terdekat karena khawatit tertular TBC.
“Kita berikan obat kepada penderita TBC beserta keluarga. Pengobatannya akan dipantau sampai sembuh,” ungkap Bisri.
Lanjut Bisri menyampaikan penanganan TBC tidak murah, karena butuh anggaran besar dan tenaga medis yang memadai sampai TBC benar-benar bersih dari Kepri.
Penanganan penyakit TBC merupakan program quick wins Presiden Prabowo, sebab TBC termasuk jenis sakit kronis yang berlangsung lama dan merusak organ tubuh, hingga berisiko menyebabkan kematian apabila tidak segera diobati dengan benar.
Sakit TBC dapat memicu penurunan produktivitas seseorang, sehingga mendekatkan diri pada lingkaran kemiskinan akibat tidak berdaya dalam banyak hal.
“TBC bisa menular dari orang ke orang,” pungkas Bisri. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

