Tanjungpinang (Vnews.click) – Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Sekjen Kemensos) RI, Robben Rico, menyatakan siswa Sekolah Rakyat 100 persen dibiayai oleh negara, mulai dari perlengkapan sekolah sampai makan dan minum tiga kali sehari ditambah dua kali makan makanan ringan.
“Anggaran per siswa Sekolah Rakyat Rp48 juta pertahun atau rata-rata Rp4 juta per bulan. Kalau dikonversikan, jumlahnya sama dengan pengeluaran anak-anak mampu,” kata Sekjen Kemensos dalam arahannya pada acara peresmian Sekolah Rakyat terintegrasi ke-33 di Kota Tanjungpinang secara virtual, Selasa (30/9/2025).
Sekjen menyebutkan bahwa konsep Sekolah Rakyat yang berbasis asrama sangat tepat untuk mendukung pendidikan berkualitas dan merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto guna memberikan akses pendidikan gratis serta berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan memutus mata rantai kemiskinan.
Ia berharap ke depan Sekolah Rakyat dapat dibangun lebih banyak di setiap kabupaten/kota se-Kepri khususnya dan di Indonesia pada umumnya, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara merata.
“Kami juga mohon bantuan Wali Kota Tanjungpinang untuk terus memantau perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat di sini,” ucap Robben.
Robben pun memastikan anak-anak yang diterima di Sekolah Rakyat tidak hanya akan mendapatkan pendidikan gratis, tetapi juga memicu bantuan sosial bagi keluarga atau orangtua mereka.
Intervensi dilakukan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT).
“Termasuk bantuan yang diberikan melalui Dana Transfer Spesifik Nonfisik (DTSN), atau Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik yang dikelola oleh Kementerian Sosial,” pungkas Robben. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

