KEPRI SOSIAL TANJUNGPINANG UPDATE

Tanjungpinang (Vnews.click) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) menyampaikan kondisi pelayaran di pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) masih normal kendati belakangan cuaca mulai ekstrem.

“Untuk saat ini masih normal, karena kondisi ombak laut, sedang,” kata Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal (SHSK) Kantor KSOP Tanjungpinang, Capt Sumidi, Selasa (28/11/2023).

Sumidi menyebut pihaknya sempat melakukan penundaan keberangkatan kapal sembako, KM Sinar Natuna tujuan Natuna dan Anambas pada pertengahan bulan November 2023, karena berdasarkan perkiraan BMKG bahwa kondisi gelombang di perairan kedua pulau terluar Indonesia itu masuk kategori tinggi.

Namun setelah tinggi gelombang air laut kembali normal, katanya, kapal tersebut akhirnya diizinkan untuk berangkat.

“Intinya, kami selalu melihat data BMKG terkait kondisi cuaca, sebelum mengizinkan kapal berlayar,” ujarnya.

Ia juga memastikan apabila kondisi cuaca sedang ekstrem, maka keberangkatan kapal di pelabuhan SBP Tanjungpinang akan ditunda terlebih dahulu, sampai cuaca baik dan aman untuk mendukung aktivitas pelayaran.

Dia juga mengingatkan agar nakhoda kapal pelayaran mempersiapkan diri sebelum berangkat, baik dari apsek keselamatan, dokumen, dan manifest kapal.

Menurutnya yang paling penting ialah jumlah penumpang kapal tidak melebihi kapasitas muatan.

“Menjadi nakhoda kapal itu beban berat, sebab harus bertanggung jawab secara keseluruhan, baik terhadap kapal, penumpang, maupun kru agar sampai ke tujuan dengan selamat,” ujar Sumidi.

Sumidi turut menambahkan pihaknya juga telah melakukan uji kelaikan kapal penumpang dalam rangka menyambut Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, mulai 18 Oktober sampai 30 November 2023.

Hal itu berdasarkan Surat Edaran (SE)  Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Perhubla), Kementerian Perhubungan RI, di mana kapal-kapal penumpang dilakukan pengujian dan pengecekan meliputi alat keselamatan, seperti jaket keselamatan hingga rakit penyelamat penumpang.

“Kita pastikan bahwa alat-alat tersebut berfungsi dengan baik, dan penumpang mengetahui kalau alat keselamatan itu sudah tersedia di atas kapal,” ungkapnya.

Sumidi menyebut berdasarkan SE Ditjen Perhubla tersebut, pihaknya melakukan pengujian kelaikan enam kapal penumpang di wilayah Tanjungpinang,  satunya KM Sabuk Nusantara 36.

Sementara untuk kapal-kapal dari daerah lain, kata dia, sudah dilakukan uji kelaikan kapal oleh KSOP setempat.

Ia juga mengatakan bahwa pengecekan atau uji petik kapal penumpang tak hanya pada saat menghadapi Natal dan Tahun Baru, tapi memang dilakukan secara periodik per tiga bulan sekali guna memastikan alat-alat keselamatan di atas kapal berfungsi dengan baik.

KSOP juga mengecek alat navigasi yang melekat pada badan atau konstruksi kapal.

“Dari hasil pengecekan kami, kondisi peralatan keselamatan kapal di Tanjungpinang dalam keadaan baik, karena di situ juga ada masa berlaku, misalnya alat pemadam kebakaran yang setiap tahunnya harus kita ganti,” pungkas Sumidi. (Redaksi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *