KEPRI KESEHATAN NASIONAL NATUNA PEMERINTAHAN SOSIAL UPDATE

Natuna (Vnews.click) – Satu keluarga kurang mampu, pasangan suami istri Lusita dan Hendri Susandi bersama kedua anaknya warga Desa Tanjungpala Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna Kepulauan Riau terkena Demam Berdarah Dengue (DBD) jenis Aedes Aegypti, saat musim hujan, terbantu dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan.

Lusita menyebut, keluarganya tidak memiliki biaya untuk berobat ke Puskesmas apalagi harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Natuna, namun berkat terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan biaya pengobatan keluarganya gratis karena ditanggung oleh BPJS Kesehatan yang iurannya setiap bulan di bayar oleh Pemkab Natuna.

“Alhamdulillah bang, terbantu sekali. Kalau tidak ada Kartu Indonesia Sehat, kami sekeluarga tidak tahu untuk membayar pengobatan selama dirawat di Puskesmas,” Kata Lusita istri dari Hendri Susandi saat bercerita dengan Vnews.click pada Senin (29/7/2024).

Lebih lanjut, dia menceritakan awal mula, DBD menyerang kedua anaknya Muhammad Rafif Hidayatullah berusia 1 tahun 3 bulan dan kakaknya Putri Helsy Aresha 3 tahun 6 bulan.

Keduanya terkena DBD secara bersamaan pada Jum’at (24/5/2024) lalu, dengan suhu tubuh tinggi kedua anaknya masing – masing 40 – 41 Derajat Celsius. Kondisi keduanya anaknya lemes, muntah hingga mencret dan nangis selama dua hari.

Setelah anaknya, Lusi sama suaminya juga terkena DBD pada Kamis (13/6/2024). Kondisi pasangan suami istri ini, muntah – muntah apabila makan dan minum, sakit kepala dan tidak ada nafsu makan.

Akibat diserang penyakit mematikan tersebut, mereka sekeluarga dilarikan ke Puskesmas Pulau Laut. Selama beberapa hari dirawat di Puskesmas setempat, hanya Putri Helsy Aresha paling parah kondisinya, sehingga diminta dokter untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Natuna, yang ada di Kota Ranai. Karena tidak memiliki biaya harus menyebrang menggunakan kapal dan harus mengeluarkan biaya makan dan minum selama di Ranai Natuna, dia memutuskan untuk tetap dirawat di Puskesmas.

“Saya sama suami saya tetap merawat anak saya di Pukesmas, karena tidak ada biaya untuk berangkat ke RSUD di Ranai, tapi alhamdulillah anak saya bisa sembuh,” katanya.

Berterima kasih dengan Pemda Natuna dan BPJS Kesehatan

Sebagai keluarga kurang mampu, Lusita sebagai Ibu rumah tangga dan suaminya bekerja sebagai nelayan yang tidak menentu pendapatannya, hanya cukup untuk makan sehari – hari.

Dia bersama suami dan kedua anaknya, tinggal di sebuah gubuk kecil, beralaskan lantai papan, berdinding atap daun pandan tinggal di pesisir pantai yang ada di Rt 02/Rw 01 Desa Tanjungpala Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Dia hanya bisa bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas bantuan Pemda Natuna mendaftarkan dan membayar iuran dia, suami dan kedua anaknya sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional dan juga berterima kasih kepada BPJS Kesehatan karena sebagai peserta JKN – BPJS Kesehatan mendapatkan pelayanan kesehatan yang sangat memuaskan, selama dia menjalani perawatan di Puskesmas.

“Saya sekeluarga mengucapkan terimakasih kepada Pemda Natuna dan BPJS Kesehatan, selama kami sekeluarga dirawat mendapat pelayanan yang memuaskan di Puskesmas menggunakan kartu JKN – BPJS Kesehatan,” Jelasnya.

84.835 jiwa masyarakat Natuna terdaftar sebagai peserta JKN

Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau Muhammad Asyir Annur mengatakan, Kabupaten Natuna merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau sudah mendaftarkan masyarakatnya sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), per 1 Juli 2024 mencapai 84.835 jiwa dengan tingkat keaktifan peserta mencapai 93.92%.

Menurutnya, Pemkab Natuna dalam pencapaian Universal Health Coverage (UHC) atau Cakupan Kesehatan Semesta, sudah mencapai 101,39%.

Pencapaian UHC merupakan salah satu upaya dan komitmen Pemerintah Daerah untuk mensejahterakan masyarakatnya. Dengan UHC ini, diharapkan masyarakat di Kabupaten Natuna dapat lebih mudah mendapatkan layanan kesehatan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir lagi dalam hal pembiayaan pelayanan kesehatan, karena sudah ditanggung Pemkab Natuna”, Kata Muhammad Asyir Annur Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Natuna, diwawancara Senin (29/7/2024).

Lebih lanjut, dia mengatakan dengan capaian UHC 101,39%, dapat dipertahankan sehingga masyarakat selalu mendapatkan perlindungan dan kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan. Dengan begitu, warga Natuna terutama yang memiliki anak bayi baru lahir didaftarkan sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional langsung bisa digunakan dan mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis.

“Begitu didaftarkan hari itu, langsung bisa digunakan hari itu juga Kartu Indonesia Sehatnya, bang”, Ujarnya.

Pemkab Natuna raih penghargaan dari Wakil Presiden Ma’ruf Amin

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah mengatakan sebelum Pemerintah pusat meluncurkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Pemkab Natuna sudah memiliki program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Setelah adanya program tersebut, Pemkab Natuna membayar sekitar 13,6 miliar pertahun biaya JKN ke BPJS Kesehatan. Menurutnya, selain PNS, TNI, Polri dan Mandiri semua iuran sudah ditanggung Pemda Natuna.

“Semua masyarakat di luar yang PNS, TNI, Polri dan Mandiri ya, itu biayanya ditanggung Pemda Natuna,” Kata Hikmat Aliansyah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, diwawancara Senin (29/7/2024).

Hikmat menjelaskan, Kabupaten Natuna satu – satunya daerah di Provinsi Kepulauan Riau yang mendapat Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan kesehatan semesta dengan capaian lebih dari 100℅ dalam mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) diselenggarakan BPJS Kesehatan.

Dengan capaian UHC tersebut pemkab Natuna, meraih penghargaan yang sudah diterima dari Wakil Presiden dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada tahun 2023 lalu.

“Iya Alhamdulillah, tahun lalu kita meraih penghargaan dari Wakil Presiden dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin”, Kata Hikmat. (Pan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *