KEPRI KESEHATAN PEMERINTAHAN SOSIAL TANJUNGPINANG UPDATE Videos

Tanjungpinang (Vnews.click) – Sebanyak 2.000 warga Kota Tanjungpinang telah mengikuti program pemeriksaan kesehatan gratis, dari total jumlah penduduk sebanyak 230 ribu orang.

Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam, menyebut pihaknya menargetkan pemeriksaan kesehatan gratis sebesar 60 persen atau 138 ribu orang, dari total jumlah penduduk setempat.

“Nah, dari target 138 ribu warga Tanjungpinang itu, realisasi pemeriksaan kesehatan gratis masih 2.000 orang, artinya memang masih rendah dan perlu digenjot lagi,” kata Rustam, Senin (7/7/2025).

Menurut Rustam sejauh ini warga yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis didominasi orang dewasa, dengan temuan penyakit yang didominasi diabetes dan hipertensi.

Ia menyampaikan total ada delapan puskesmas se-Tanjungpinang yang melayani pemeriksaan kesehatan gratis sejak program itu diluncurkan pada awal tahun 2025.

“Rata-rata tiap puskesmas mampu melayani 30 warga per hari,” ungkap Rustam.

Makanya Rustam terus berupaya mengajak masyarakat memanfaatkan program ini melalui promosi di media sosial hingga media massa.

Selain itu, katanya, Pemkot Tanjungpinang juga sudah membuat surat edaran (SE) wali kota tentang progam pemeriksaan kesehatan gratis kepada organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, badan usaha, sampai lurah dan camat.

Walaupun sudah banyak informasi yang disebar ke publik menyangkut program ini, namun harus diakui sebagian warga masih belum mengerti, karena untuk mengakses pemeriksaan kesehatan gratis itu harus didahului skrining dengan mengisi aplikasi satu sehat.

“Barangkali ada warga belum tahu mengakses aplikasi satu sehat, apalagi banyak yang harus diisi untuk tahap skrining awal,” ujar Rustam.

Meski demikian, lanjut Rustam, masyarakat bisa langsung mengunjungi puskesmas terdekat, karena petugas akan membantu proses pendaftaran pemeriksaan kesehatan gratis.

Ia juga mengingatkan agar peserta memiliki BPJS Kesehatan untuk mempermudah proses tindak lanjut. Jika ditemukan penyakit yang memerlukan perawatan lebih lanjut, peserta akan dirujuk ke rumah sakit. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *