EKONOMI KEPRI PEMERINTAHAN SOSIAL TANJUNGPINANG UPDATE

Tanjungpinang (Vnews.click) – Bulog Cabang Kota Tanjungpinang, sudah tidak menjual daging kerbau beku sejak tiga bulan terakhir.

Kepala Bulog Cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, mengatakan hal itu sesuai penugasan dari pemerintah, di mana Bulog tidak lagi memegang kendali penjualan daging beku, namun dialihkan ke pihak.

“Stok daging beku di gudang Bulog Tanjungpinang sudah kosong sejak tiga bulan terakhir,” kata Arief, Sabtu (19/10/2024).

Menurutnya selama ini permintaan dagi beku di wilayah Tanjungpinang dan Bintan cukup tinggi, terutama pada hari-hari besar keagaaman seperti menyambut bulan Ramadhan hingga Idul Fitri.

“Kami biasanya menjual daging beku di pasaran seharga Rp80 ribu per kilogram,” ujar Arief.

Ia menambahkan saat ini Bulog Tanjungpinang masih tetap menjual beras medium SPHP, beras premium, gula pasir, serta minyak goreng “Minyakita”.

Untuk stok beras medium SPHP di gudang Bulog Tanjungpinang tersisa 800 ton, dan ditargetkan kembali masuk 2.000 ton hingga bulan November 2024.

Selain itu, untuk beras premium di gudang Bulog Tanjungpinang tersisa 7 ton, jumlah pasokannya akan ditambah ketika stok sudah habis. Sementara stok minyak goreng tersisa 3.000 liter, lalu gula pasir 1.500 ton.

Arief melanjutkan harga beras di Tanjungpinang masih mengacu pada putusan badan pangan nasional (Bapanas) tanggal 1 Mei 2024, di mana beras medium SPHP di gudang bulog sebesar Rp11.300 per kilogram, sedangkan harga eceran tertinggi (HET) di pasaran sebesar Rp13.100 per kilogram. Untuk kemasan lima kilogram sebesar Rp65.500 per kilogram.

Kemudian, beras premium Rp13.700 per kilogram, gula Rp14.000 per kilogram, dan minyak goreng kemasan Rp15 ribu per liter.

“Untuk stok bahan pangan di gudang Bulog Tanjungpinang cukup sampai akhir tahun 2024,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *