Tanjungpinang (Vnews.click) – Bulog Cabang Tanjungpinang telah menyiapkan 2.500 ton cadangan beras pemerintah (CBP) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama beberapa bulan ke depan.
Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, mengatakan kebutuhan beras di wilayah Pulau Bintan, meliputi Tanjungpinang dan Bintan sekitar 500 ton per bulan.
“Dengan stok yang ada sekarang, sekitar 2.500 ton, cukup untuk lima bulan ke depan atau sampai akhir tahun 2025,” kata Arief, Senin (4/8/2025).
Arief menyebut Bulog kembali mendapat penugasan menyalurkan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI per Juli 2025, setelah sempat dihentikan sementara sejak April 2025.
Ia menyampaikan penyaluran beras SPHP mulai efektif pekan depan, menyusul terbitnya petunjuk teknis terbaru dari Bapanas.
Arief menegaskan penyaluran beras SPHP kini semakin ketat agar tepat manfaat dan sasaran.
Terbaru, lanjutnya, ada empat saluran beras SPHP kepada masyarakat, yaitu melalui pengecer di pasaran, koperasi merah putih, instansi/lembaga, serta rumah pangan kita (RPK) mitra Bulog.
“Ketentuan penyaluran itu sesuai petunjuk teknis terbaru dari Bapanas,” kata Arief.
Ia menambahkan penyaluran beras SPHP merupakan salah satu upaya pemerintah menstabilkan harga pangan, mengendalikan inflasi, serta menjaga daya beli masyarakat, khususnya warga kurang mampu.
Harga beras SPHP pun masih stabil, yaitu sebesar Rp11.300 per kilogram (harga gudang), sedangkan harga eceran tertinggi (HET) di lapangan Rp13.100 per kilogram. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

