Vnews.click, Tanjungpinang – Kepala BPBD Provinsi Kepri, Aludin Andi, menyatakan musim hujan dengan intensitas cukup tinggi diprediksi mulai terjadi pada pertengahan November 2026 hingga Februari 2027, yang ditandai dengan perubahan arah angin monsun Asia.
BPBD Kepri telah melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap dampak perubahan cuaca yang berisiko memicu terjadinya bencana hidrometeorologi tahunan, seperti banjir, cuaca ekstrem, puting beliung di kawasan pesisir hingga gelombang tinggi, terutama di perairan Anambas dan Natuna.
BPBD Kepri juga sudah mengagendakan rapat koordinasi persiapan menyambut musim penghujan dan potensi bencana hidrometeorologi yang kemungkinan terjadi jelang akhir tahun ini.
“Rapat akan digelar 3 November 2026, melibatkan lintas sektor dari BPBD, pemerintah kabupaten/kota, OPD terkait, serta berbagai instansi vertikal meliputi BMKG, Basarnas, Bulog, BP Batam hingga Telkom,” ujar Andi, Jumat (30/10/2026).
Lanjut Andi menyampaikan dalam rapat koordinasi tersebut, salah satunya akan dibahas terkait titik-titik rawan bencana hidrometeorologi, sesuai peta kajian risiko bencana di tiap kabupaten/kota se-Kepri.
Pihaknya akan melihat tren bencana yang terjadi di Kepri pada tahun-tahun sebelumnya guna dilakukan langkah mitigasi bersama, sehingga masing-masing instansi diharapkan lebih siap dan siaga terhadap risiko bencana yang akan terjadi di wilayah Kepri.
Selain itu, BPBD Kepri turut mengimbau masyarakat selalu waspada dan memperbarui informasi cuaca resmi dari BMKG menyusul masuknya musim hujan serta perubahan cuaca ekstrem.
BPBD juga mengingatkan warga yang tinggal di kawasan perkotaan hingga pesisir tidak membuang sampah sembarangan, karena berisiko menyebabkan banjir ketika turun hujan dengan intensitas tinggi. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

