Bintan (Vnews.click) – Sebanyak 28.512 ekor ayam hidup dari Kabupaten Bintan diekspor ke negara Singapura, melalui jalur laut dari Pelabuhan Sri Payung, Kilometer 6, Tanjungpinang, Rabu (27/8/2025) malam kemarin.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bintan, Iwan Berri Prima, mengatakan ekspor tersebut dilakukam oleh PT. Ciomas Adistwa (Japfa Group) dari kandang ayam yang beroperasi di wilayah Bintan.
“Ini yang keenam kalinya ekspor ayam ke Singapura, sejak periode pertama di bulan Mei 2023,” kata Iwan Berry.
DKPP Bintan mengapresiasi PT Japfa yang telah melaksanakan kegiatan ekspor ayam dan berharap kegiatan ini terus berlanjut, serta menjadi inspirasi bagi pelaku usaha peternakan lainnya untuk melakukan hal yang sama.
Pihaknya juga memastikan ayam yang diekspor itu dalam kondisi aman dan sehat melalui hasil pemeriksaan ketat sebelum dieskpor.
Selain itu, ia pun menjamin ekspor ayam ke Singapura tidak mengganggu pemenuhan kebutuhan lokal, karena kandang khusus ekspor ini berbeda dengan kandang untuk lokal.
“Sejauh ini kebutuhan ayam lokal terpenuhi, bahkan untuk Bintan kita surplus, sebagian distribusikan ke Batam,” ungkapnya.
Sementara itu, Vice President Head Of Feed Operation Sumatera PT Japfa Comfeed Indonesian Anwar Tandiono menyampaikan permintaan ayam hidup dari Singapura cukup tinggi, tapi pihaknya tetap membatasi pengiriman guna memenuhi kebutuhan warga lokal terpenuhi.
Ia menyampaikan saat ini kandang ayam Japfa di Bintan mampu memproduksi 400 ribu ekor per bulan, bahkan akan terus ditingkatkan menjadi 600-800 ribu ekor per bulan agar bisa dieskpor rutin.
“Target kami ke depan bisa empat kali ekspor dalam sebulan,” kata pria yang akrab disapa Acai tersebut. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

