BINTAN KEPRI PEMERINTAHAN

Vnews.click, Bintan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan menerima suntikan dana dari Pemerintah Pusat sekitar Rp 26 miliar.

Dana tersebut berasal dari alokasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI dan insentif fiskal dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Sekda Bintan, Ronny Kartika, mengatakan, Bintan mendapat alokasi dana Transfer ke Daerah (TKD) tambahan sekitar Rp 24 miliar dari Kemkeu RI.

“Alhamdulillah kita mendapat surat dari Kemekeu atas dukungan dari Pak Presiden. Bintan mendapat alokasi Rp 24 miliar,” ujar Ronny, Jumat (28/8/2026).

Dari total tersebut, Rp 16 miliar adalah Dana Alokasi Umum (DAU) yang khusus diperuntukkan bagi pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sementara Rp 8 miliar lainnya merupakan dana bagi hasil yang sempat tertunda pembayarannya.

Ronny menjelaskan, peruntukkan dana tersebut telah dipetakan dalam pos anggaran mandatori. Penyesuaian lebih lanjut akan dilakukan saat pembahasan dan pengesahan APBD Perubahan (APBD-P) tahun 2026.

“Alhamdulillah peruntukannya sudah tersusun. Nanti kita sesuaikan dalam proses pengesahan APBD-P 2026,” katanya.

Selain dana transfer, Bintan juga menerima dana insentif fiskal sebesar Rp 2 miliar dari Pemerintah Pusat melalui Kemendagri setelah meraih dua penghargaan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sumatera yang digelar di Batam, Rabu (12/8/2026) lalu.

Dana tersebut ditransfer melalui rekening Kemendagri ke rekening kas daerah.

“Alhamdulillah dana ini sangat membantu. Program-program yang sebelumnya sempat tertunda karena efisiensi akan kita alokasikan kembali dalam anggaran perubahan 2026,” ujar Ronny.

Ronny menyebut, anggaran tersebut akan digunakan untuk sejumlah program layanan dasar masyarakat. Diantaranya pelayanan kesehatan, kebersihan lingkungan hidup dan antisipasi kebakaran hutan dan lahan.

Pemkab Bintan berencana menambah armada pemadam kebakaran yang akan diperbantukan di wilayah Bintan.

Di sektor lingkungan hidup, Pemkab berencana menambah truk pengangkut sampah dan bak amrol.

Mengenai kondisi fiskal, Ronny memastikan kondisi keuangan Bintan saat ini masih aman. Pihaknya bersama TAPD terus mengatur arus kas agar belanja daerah sesuai rencana.

“Alhamdulillah sampai hari ini Bintan belum meminjam uang ke bank. Masuknya dana transfer dari pusat ke kas daerah sangat membantu,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan DPRD Bintan yang memahami kondisi fiskal daerah saat ini. Ia berharap, dukungan yang sama diberikan saat pengesahan APBD Perubahan 2026 dan APBD Murni 2027.

“Ke depan, kita juga berharap pengembangan BUMD kepelabuhan menjadi potensi dan peluang pendapatan baru bagi Bintan,” pungkasnya. (Mis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *