Tanjungpinang (Vnews.click) – Sejumlah organisasi gabungan mahasiswa di wilayah Tanjungpinang-Bintan, yang meliputi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) akan menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM, besok, Senin (12/09/2022).
Ketua HMI MPO Tanjungpinang-Bintan, Jefrianto, mengatakan, aksi tersebut rencananya digelar di Gedung DPRD Provinsi Kepri dan berlanjut ke Kantor Gubernur Provinsi Kepri di Pulau Dompak.
“Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam aksi besok,” kata Jefrianto, Minggu (11/09/2022).
Ketua GMNI Tanjungpinang-Bintan, Heri Purba menyatakan, dalam aksinya mereka menolak tegas kenaikan harga BBM yang telah di tetapkan oleh pemerintah pada 3 September 2022, yang mana kondisi ini juga memicu kenaikan tarif angkutan umum antar kabupaten kota dalam Provinsi Kepri sesuai surat edaran Gubernur Kepri Ansar Ahmad yang terbit Jumat, Minggu (9/09/2022).
Senada, Muhammad Safar Ketua PMII Tanjungpinang-Bintan, turut menyampaikan bahwa kenaikan harga BBM bersubsidi memberi dampak pada berbagai sektor, baik dalam ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga transportasi.
“Provinsi Kepri merupakan provinsi kepulauan yang sebagian besar daerahnya merupakan daerah maritim, kenaikan BBM bersubsidi tentunya menjadi beban tersendiri bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor kelautan,” ujar dia.
Herman Siagian selaku Ketua GMKI Tanjungpinang-Bintan juga dengan tegas menyatakan menolak kenaikan BBM bersubsidi, karena tentu akan sangat berdampak pada kenaikan harga bahan pokok.
“Di tengah belum pulihnya ekonomi pasca pandemi covid-19, kenaikan harga BBM ini menjadi penanda kalau kebijakan pemerintah tidak pro terhadap masyarakat, terutama kelas bawah,” tegas Herman. (Lis).

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

