Bintan (Vnews.click) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 129 Kepala Keluarga (KK) 346 jiwa terdampak bencana banjir di awal tahun 2024 di tiga kecamatan di Kabupaten Bintan sejak, Kamis (4/1/2024).
Tiga kecamatan tersebut, yaitu Kecamatan Bintan Timur, Kecamatan Gunung Kijang, dan Kecamatan Toapaya.
“Prediksi BMKG terkait bencana hidrometeorologi di awal tahun sedang dialami Bintan, khususnya terkait cuaca ekstrem dan banjir,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah, Sabtu (6/1/2024).
Menurutnya sampai saat ini banjir masih terjadi di beberapa wilayah itu karena curah hujan yang cukup tinggi, namun kondisi air sudah berangsur surut.
BPBD telah menyalurkan bantuan logistik, berupa sembako untuk makan-minum para korban terdampak banjir.
Ramlah menyebut ada beberapa keluarga terdampak banjir terpaksa mengungsi, sebab banjir di rumah mereka belum surut. Misalnya di Kampung Sei Enam, Kelurahan Kecamatan Bintan Timur, ada sekitar lima KK dan 20 jiwa diungsikan di gedung/fasilitas pemerintah tingkat kelurahan setempat.
Kemudian, di Desa Malang Rapat, Kelurahan Gunung Kijang, ada sekitar delapan KK dan hampir 20 jiwa mengungsi di tenda bencana akibat kediaman mereka belum bisa digunakan imbas terendam banjir.
“Kita bersama pihak-pihak terkait membantu mendirikan tenda tak jauh dari rumah mereka. Sebenarnya sudah ada fasilitas posyandu untuk pengungsian, tapi warga lebih memilih tenda,” ujar Ramlah.
Ramlah menyampaikan sejauh ini penanganan terhadap para korban terdampak banjir di tiga kecamatan itu berjalan baik dan lancara, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Pihaknya juga melakukan rapid asessment, di antaranya penilaian kerusakan, kerugian dan pemenuhan kebutuhan dasar untuk dasar acuan rencana selanjutnya. Warga turut melaksanakan gotong royong membersihkan rumah korban akibat banjir dan genangan air, melakukan pendataan dan evakuasi.
“Tiga kecamatan di Bintan ini memang menjadi langganan banjir setiap tahunnya,” ujar Ramlah.
Oleh karena itu, Ramlah berharap persoalan banjir ini dapat segera teratasi dan tidak terulang lagi di tahun-tahun berikutnya. Ia mengajak seluruh instansi berwenang di lingkup Pemkab Bintan untuk melakukan mitigasi bencana banjir di daerah itu.
“Selama ini, alasan banjir di Bintan dipicu kondisi parit kurang lebar hingga penutupan sedimentasi aliran sungai, sehingga tidak bisa menampung air hujan dan memicu terjadinya banjir,” pungkasnya. (Redaksi)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

