Vnews.click, Tanjungpinang – Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) menyebutkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang harus lebih kreatif dalam hal membangun dan mengembangkan daya tarik wisata di wilayah tersebut.
“Sebagai pelaku usaha wisata, kami menilai banyak yang harus ditingkatkan. Perlu kreativitas dari pemkot bersama seluruh pemangku kepentingan terkait,” kata Ketua ASITA Tanjungpinang-Bintan Sapril Sembiring, Senin (11/5/2026).
ASITA, kata dia, menyambut baik tren kenaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) di Tanjungpinang pada periode Maret 2026 yang sebesar 3,89 persen, dibanding Februari 2026.
Namun demikian, ia meminta Pemkot Tanjungpinang tidak cepat berpuas hati, justru kenaikan kunjungan wisman ini harus menjadi pemicu bagaimana memikirkan wisman yang datang ke depan terus meningkat.
Menurut Sapril salah satu hal yang dapat mempengaruhi tingkat kunjungan wisman ke Tanjungpinang, adalah jadwal kedatangan dan keberangkatan kapal feri atau kapal cepat.
Sapril mencontohkan jadwal kedatangan kapal dari Malaysia yang tiba di terminal internasional Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang pada sore hari, dan jadwal keberangkatan kembali pada pagi hari.
Kondisi itu, praktis menyebabkan tidak banyak hal yang dapat dilakukan wisman, terutama yang melakukan kunjungan tur wisata satu hari.
Apalagi dengan tarif yang lebih mahal dan waktu perjalanan yang lebih lama, wisman cenderung memilih tujuan kedatangan di Kota Batam.
“Terlebih kita tidak mampu menyuguhkan daya tarik wisata pada malam hari, sehingga tak ada yang membuat wisman ingin mengulang kembali kunjungannya. Mungkin pemkot bisa membicarakannya bersama operator kapal, dan otoritas pelabuhan,” ungkap Sapril.
Lebih lanjut, Sapril juga mengungkapkan kesediaan para pelaku usaha wisata untuk mendukung program kepariwisataan di pusat ibukota Provinsi Kepri tersebut.
Ia mendorong perbaikan kualitas dan pengayaan destinasi wisata perlu dilaksanakan. Tidak hanya mengandalkan destinasi wisata yang telah ada, seperti Pulau Penyengat.
Jika ada objek wisata atau atraksi wisata yang terjadwal secara kontinyu, sambungnya, tentu akan lebih banyak paket wisata yang bisa dijual dari Tanjungpinang.
“Kawasan Tepi Laut, dan Gedung Gonggong jika dikelola lebih baik sebenarnya dapat dijadikan destinasi wisata alternatif. Perlu kerja sama dengan pemerintah provinsi, biro perjalanan wisata dan pihak terkait ke lainnya,” ucap Sapril.
Kunjungan Wisman Meningkat
Berdasarkan data BPS Kepri, tingkat Kunjungan wisman ke terus meningkat selama triwulan pertama 2026.
Pada bulan Januari, kunjungan wisman ke Tanjungpinang tercatat sebanyak 4.030 kunjungan, lalu naik menjadi 5.047 kunjungan di Februari 2026, kemudian kembali naik menjadi 5.622 pada Maret 2026..
Negara asal wisman itu mayoritas berasal dari Singapura, diikuti wisman Malaysia, Tiongkok, India, dan Korea Selatan.
Menariknya, kunjungan wisman ke Tanjungpinang terus mengalami kenaikan, ketika kunjungan wisman ke Batam, Bintan, dan Karimun justru mengalami tren penurunan. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

