Tanjungpinang (Vnews.click) – BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) periode Agustus 2023 sebesar 6,80 persen, turun 1,43 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2022 sebesar 8,23 persen.
Kendati menurun, TPT di Kepri jadi yang tertinggi ketiga se-Indonesia setelah Jawa Barat di peringkat kedua sebesar 7,44 persen, dan Banten di peringkat pertama sebesar 7,52 persen.
“Salah satu pemicu tingginya angka pengangguran di Kepri ialah banyak pencari kerja luar daerah datang kemari, khususnya ke kota industri Batam, tapi tidak memenuhi kualifikasi pekerjaan yang dibutuhkan perusahaan,” kata Kepala BPS Kepri, Darwis Sitorus di Tanjungpinang, Selasa (7/11/2023).
Darwis mengatakan TPT Kepri Agustus 2023 sebesar 6,80 persen merupakan hasil survei angkatan kerja nasional (Sakernas) pada periode tersebut. Hal ini berarti dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar enam hingga tujuh orang pengangguran di Kepri.
Pada Agustus 2023, katanya, TPT laki-laki sebesar 5,95 persen, atau terendah dalam lima tahun terakhir. TPT
laki-laki lebih rendah dibanding TPT perempuan yang sebesar 8,22 persen.
TPT laki-laki dan perempuan mengalami penurunan dibandingkan Agustus 2022, yaitu masing-masing sebesar 1,83 persen poin dan 0,81 persen poin.
“Jika dibandingkan dengan Agustus 2019 atau sebelum pandemi COVID-19, TPT laki-laki menurun sebesar 2,02 persen poin, sedangkan TPT perempuan meningkat 1,63 persen poin,” ungkapnya.
Darwis mengatakan dilihat menurut daerah tempat tinggal, TPT perkotaan sebesar 6,77 persen, atau terendah dalam lima tahun terakhir. TPT di daerah perkotaan lebih rendah dibanding TPT di daerah perdesaan yang sebesar 7,00 persen. Berbeda dengan TPT perkotaan, TPT perdesaan justru mencapai angka tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Dibanding Agustus 2022, TPT di daerah
perkotaan menurun sebesar 1,75 persen poin, sementara itu TPT di daerah perdesaan meningkat sebesar 1,12 persen poin.
Begitu juga jika dibandingkan dengan Agustus 2019 atau sebelum pandemi COVID-19, TPT di daerah perkotaan lebih rendah 1,02 persen poin, dan TPT di daerah perdesaan lebih tinggi 2,49 persen.
Sementara dilihat berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan oleh penganggur, pada Agustus 2023 mempunyai pola yang berbeda dengan Agustus 2022.
Pada Agustus 2023, lanjut Darwis, TPT
dari tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK/sederajat) masih yang tertinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 9,99 persen.
“Sementara TPT yang paling rendah adalah pada tamatan pendidikan diploma, yaitu sebesar 2,93 persen,” ungkapnya.
Selanjutnya jika dibandingkan Agustus 2022, penurunan TPT terjadi pada hampir semua kategori tamatan pendidikan kecuali tamatan SD ke bawah dan tamatan universitas.
Sedangkan penurunan TPT terbesar terjadi pada kategori tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP/sederajat), yaitu sebesar 4,51 persen poin.
Peningkatan TPT terjadi pada kategori tamatan SD ke bawah, yaitu sebesar 2,13 persen poin dan kategori tamatan universitas yaitu sebesar 1,03 persen poin.
Jumlah angkatan kerja pada Agustus 2023 sebanyak 1.093.686 orang. Sedangkan penduduk yang bekerja sebanyak 1.019.356 orang,” pungkas Darwis. (Redaksi)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

