TANJUNGPINANG

Tanjungpinang (vnews.click) – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Tanjungpinang menyayangkan sikap arogansi yang ditunjukan Wali Kota Tanjungpinang, Kepri, Rahma bersama ajudannya yang terkesan menghalang-halangi kerja-kerja pers di lapangan untuk mendapatkan informasi. 

“Apalagi rekan-rekan pers sudah menggunakan cara-cara yang profesional untuk melaksanakan kerja-kerja di lapangan,” kata Ketua AJI Kota Tanjungpinang Jailani, Kamis (12/8).

Jailani menyebut pada dasarnya pers mempunyai kemerdekaan dalam menjalankan profesinya. 

Untuk menjamin kemerdekaan pers, katanya, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi sesuai dengan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers (Pasal 4 ayat (3). Ini berarti pers tidak dapat dilarang untuk menyebarkan suatu berita atau informasi jika memang hal tersebut berguna untuk kepentingan publik.

“Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, pers/wartawan Indonesia harus menempuh cara-cara yang profesional (Pasal 2 Kode Etik Jurnalistik). Artinya, pihak manapun harus menghormati kerja-kerja tersebut, palagi bagi seorang Walikota yang merupakan figur publik seharusnya turut mendukung kebebasan pers,” ujar Jailani.

Lanjut dia, sudah beberapa kali berganti Walik

 Kota Tanjungpinang ini, namun belum ditemukan adanya tindakan-tindakan yang seperti yang ditunjukkan Rahma dan ajudannya. 

Menurutnga jurnalis bekerja untuk mengabarkan informasi yang layak dipubliksi. Tidak ada alasan mengusir, dan menolak wartawan saat akan melakukan kegiatan peliputan, sepanjang sudah dilakukan dengan cara-cara yang profesional sesuai dengan kode etik jurnalis. 

“Sebagai pejabat publik, wali kota harus memberikan ruang konfirmasi kepada jurnalis. Sikap ini menunjukan ia mendukung kebebasan pers dan memahami kedudukan UU Pers,” ucapnya.

Lanjut Jailani, persoalan ini berawal ketika sejumlah awak media hendak mewawancarai Rahma usai melantik sejumlah pejabat di kantor Wali Kota Tanjungpinang, Senggarang, Selasa (10/8).

Namun dalam kesempatan itu, Rahma justru tidak menggubris sekaligus meminta ajudannya untuk mengahalangi wartawan yang hendak bertanya.

“Saat itu, Rahma langsung masuk mobil dan pergi meninggalkan wartawan,” ucap Jailani. (Arp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *