Vnews.click, Tanjungpinang – BMKG memprediksi curah hujan masih mengguyur wilayah Pulau Bintan yang meliputi Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, hingga sepekan awal Ramadhan 1447 Hijriah.
Prakirakan BMKG Tanjungpinang, Fadris, menyebut peningkatan curah hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mulai mengguyur Pulau Bintan pada sepuluh hari kedua bulan Februari 2026, setelah dilanda musim kemarau sejak Desember 2025.
“Potensi hujan diperkirakan masih berlanjut selama sepekan hingga sepuluh hari ke depan, namun tidak setiap hari, misalnya satu hari hujan dan satu hari tidak,” kata Fadris di Tanjungpinang, Rabu.
Menurut Fadris faktor curah hujan di awal Ramadhan itu dipicu posisi geografis Pulau Bintan yang terletak dekat ekuator, beriklim tropis dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun.
“Berbeda dengan daerah lain di Indonesia pada umumnya, untuk di Pulau Bintan hari hujannya lebih banyak,” kata dia.
Sementara terkait kondisi angin dan gelombang laut, menurut Fadris, saat ini gelombang di wilayah perairan selatan seperti Tanjungpinang, Bintan, Batam, Lingga dan karimun masih relatif rendah, dengan ketinggian gelombang 0,5 sampai 1,2 meter.
Namun, yang perlu diwaspadai ialah wilayah perairan utara, meliputi Natuna dan Anambas dengan ketinggian gelombang kategori sedang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. (Mis)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

