Vnews.click, Tanjungpinang – Sebanyak 199 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di Provinsi Kepri, namun baru 83 SPPG yang telah memiliki Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS). Sementara sisanya, masih dalam proses pengajuan dan pendampingan di dinas kesehatan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri, Rika Azmi, menyebut SLHS menjadi aspek penting bagi dapur SPPG, karena berkaitan langsung dengan keamanan pangan yang dikonsumsi penerima manfaat makan bergizi gratis (MBG).
Menurutnya proses pengurusan SLHS masih menghadapi sejumlah kendala, terutama pada pengujian sampel makanan dan air yang saat ini hanya dapat dilakukan di Balai Pelayanan Kesehatan Batam.
“Kondisi ini menyebabkan waktu pengurusan SLHS menjadi lebih panjang,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).
Selain itu, Rika juga menyoroti masih ditemukannya bangunan dapur SPPG yang belum memenuhi standar sanitasi dan lingkungan, serta operasional dapur yang belum sepenuhnya sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Permasalahan lainnya adalah keterbatasan tenaga ahli gizi yang ditempatkan di dapur SPPG, serta lambatnya sebagian mitra pengelola dalam pengurusan SLHS.
“Keberadaan ahli gizi sangat krusial untuk menjamin kualitas menu dan asupan gizi,” ungkapnya.
Lanjut Rika menjelaskan hingga 2 Februari 2026, realisasi SPPG aglomerasi di seluruh kabupaten/kota se-Kepri telah mencapai 199 SPPG dari total target 303 SPPG yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN)
Capaian itu menunjukkan progres yang cukup baik, namun masih memerlukan percepatan agar target nasional dapat terpenuhi.
Terkait wilayah terpencil, Rika menyampaikan telah dilakukan apraisal terhadap 15 SPPG, sementara 46 SPPG lainnya direncanakan akan menjalani appraisal lanjutan pada tahap berikutnya.
“Kami terus mendorong percepatan appraisal agar pelayanan MBG di wilayah terpencil tidak tertinggal,” ucapnya.
Rika turut menekankan SPPG di Kepri harus memanfaatkan bahan pangan lokal, khususnya potensi pangan laut masih belum optimal dalam pelaksanaan MBG.
“Padahal Kepri 96 persen wilayahnya laut dengan stok ikan melimpah. Seharusnya pangan lokal bisa mendukung program ini,” pungkasnya. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

