Tanjungpinang (Vnews.click) – Murid sekolah Madrasah dari jenjang Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA) di tiga kabupaten yang ada di Provinsi Kepri, sampai saat ini belum merasakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tiga kabupaten itu ialah Bintan, Lingga dan Kepulauan Anambas. Sementara sekolah madrasah di kabupaten dan kota lainnya telah menerima MBG, namun masih belum merata.
Setidaknya terdapat 35.025 murid madrasah di Provinsi yang berhak menikmati program dari Prabowo Subianto tersebut. Namun, saat ini murid madrasah yang telah menerima manfaat program MBG ini ada sebanyak 9.385 orang.
“Bintan, Lingga dan Anambas belum sama sekali. Untuk Natuna, baru Madrasah di Kecamatan Bunguran Timur yang menerima MBG,” kata Khatijah, Ketua TIm Kurikulum dan Kesiswaan Madrasah Kemenag Kepri, Jumat (12/9/2025).
Ia menjelaskan, realisasi penyaluran MBG bagi murid madrasah paling banyak berada di Kota Batam, dengan total 3.125 orang. Kemudian disusul Kabupaten Karimun sebanyak 3.088 orang, Tanjungpinang sebanyak 1.814 dan Natuna sebanyak 840 orang.
Sementara 26.154 murid madrasah lainnya sejauh ini memang belum tersentuh program MBG. Menurutnya, Kanwil Kementerian Agama Kepri telah memberikan data jumlah murid madrasah ke pemerintah daerah.
“Kita ikut Pemdanya, karena tergantung dengan dapur MBG. Jika dapurnya sudah dibangun merata, pasti akan disalurkan,” tambahnya.
Badan Gizi Nasional (BGN) diketahui sedang membangun 109 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kepri. SPPG ini dibangun untuk fokus menyalurkan MBG bagi warga yang ada di Pulau-pulau kecil.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri, Rika Azmi mengatakan penyaluran MBG ini tidak hanya untuk pelajar sekolah, melainkan juga untuk para ibu hamil yang ada di Pulau-pulau terpencil di Kepri.
Ratusan dapur SPPG itu diperkirakan bakal menjangkau sebanyak 48 ribu penerima MBG dari siswa sekolah, hingga ibu hamil dan ibu menyusui yang ada di Pulau terpencil.
“Pembangunan SPPG memang perlu dilakukan. Karena jika tempat masaknya beda dengan pulau, maka akan terkendala dalam proses penyaluran,” pungkasnya. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

