KEPRI PARBUD PEMERINTAHAN TANJUNGPINANG UPDATE Videos

Tanjungpinang (Vnews.click) – Sebanyak tiga unsur budaya dari Kota Tanjungpinang yakni Aqiqah, Pijak Tanah Mekah, dan Astakona, menjalani penilaian tahap pertama untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) nasional.

Proses penilaian ini dilakukan oleh tim dari Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI, yang diketuai oleh Ahmad Fachrurrodji.

“Dari ketiga usulan, Aqiqah dan Pijak Tanah Mekah dinilai telah memenuhi kelengkapan administrasi. Sementara khusus Astakona, yang merupakan keterampilan tradisional masyarakat, masih memerlukan penguatan data dan verifikasi lapangan,” kata Fachrurrodji, Jumat (25/7/2025).

Fachrurrodji menilai Astakona memiliki kekuatan nilai budaya yang khas, namun masih diperlukan penjelasan lebih lanjut mengenai dokumentasi, pelestarian, dan dukungan pengembangan dari pemerintah daerah.

“Karena ini merupakan keterampilan berbasis masyarakat, perlu ada komitmen yang jelas dari daerah bila nanti ditetapkan sebagai WBTb,” ujarnya.

Tim penilai turut menyaksikan langsung proses pembuatan Astakona oleh pengrajin dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, yakni Datuk Alfian dan Datuk Anwar.

Menurutnya Astakona juga dikenal di Banjarmasin, namun berbeda dari segi bentuk, fungsi, dan teknik. Maka itu, tim menyarankan penamaan “Astakona Tanjungpinang” sebagai ciri khas daerahnya.

“Semoga warisan ini dapat dipertahankan di hadapan penguji pusat. Tahap akhir penilaian dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Agustus 2025,” ujarnya. 

Sementara, Kepala Bidang Adat Tradisi, Nilai Budaya, dan Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tanjungpinang Dewi Kristina Sinaga menyatakan pihaknya siap melengkapi kekurangan yang masih dibutuhkan terkait usulan Astakona untuk WBTb nasional.

Menurutnya penetapan ini bukan hanya soal pelestarian, tetapi juga bagian dari penguatan identitas budaya Tanjungpinang.

“Kami berharap usulan ini membuahkan hasil. Upaya dokumentasi dan pelestarian budaya lainnya juga akan terus dilakukan secara berkala,” kata dia.

Maestro Astakona Tanjungpinang Syafaruddin berharap kerajinan yang diwariskan secara turun-temurun ini dapat diterima sebagai bagian dari WBTb nasional.

Penetapan WBTb akan menjadi kebanggaan bagi masyarakat sekaligus langkah awal menjadikan Astakona sebagai ikon budaya Tanjungpinang.

“Sudah saatnya dikenalkan lebih luas dan dijaga agar tidak hilang. Kami juga akan mengusulkan pembangunan tugu Astakona di titik strategis kota sebagai simbol budaya lokal,” pungkasnya. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *