Tanjungpinang (Vnews.click) – Menanggapi informasi buah anggur muscat yang mengandung residu pestisida di Thailand, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepri langsung turun melakukan pengawasan peredaran produk impor tersebut di pasar tradisional maupun modern yang ada di Kota Tanjungpinang.
“Kami mengecek pasar Bintan Center hingga D’sayur untuk memastikan keamanan anggur muscat yang diduga mengandung zat kimia berbahaya,” kata Kepala Bidang Konsumsi dan Penanganan Pangan DKP2KH Kepri, Muhammad Basri, Jumat (1/11/2024).
Dari pengecekan di pasaran, tim DKP2KH Kepri mengambil sampel anggur muscat, lalu dilakukan uji cepat menggunakan rapid test untuk mengetahui kandung produk tersebut.
Dari hasil uji cepat itu didapati bahwa anggur muscat tidak terdeteksi mengandung zat bahan kimia berbahaya bagi tubuh manusia.
“Alhamdulillah, artinya anggur muscat masih aman dikonsumsi masyarakat, ini sekaligus menjawab isu yang belakangan berkembang di tengah-tengah masyarakat terhadap produk tersebut,” ujar Basri.
Basri turut mengimbau masyarakat untuk menerapkan good practices sebelum konsumsi buah anggur, antara lain memilih anggur yang memiliki izin edar, lalu cuci dengan air mengalir yang bersih sebelum dikonsumsi.
Ia menambahkan DKP2KH pun rutin melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap produk-produk pangan segar di pasaran untuk memastikan produk itu aman dan sehat dikonsumsi masyarakat. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

