KEPRI KESEHATAN PEMERINTAHAN SOSIAL TANJUNGPINANG UPDATE

Tanjungpinang (Vnews.click) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengimbau masyarakat menjaga kondisi kesehatan tubuh di tengah cuaca panas yang terjadi beberapa hari terakhir bisa memicu dehidrasi, head stroke, dan masalah kesehatan lainnya.

“Panas terik saat ini sangat penting kita waspadai karena berisiko mengalami masalah kesehatan pada tubuh,” kata Kepala Dinkes Kepri Mochammad Bisri, Kamis (31/10/2024).

Bisri memberikan beberap tips menjaga tubuh agar tetap sehat di tengah cuaca panas, antara lain dengan minun air putih yang banyak untuk menghindari dehidrasi.

Kemudian, hindari minuman berkafein, berenergi, alkohol, dan minuman manis. Lalu, hindari kontak dengan sinar matahari secara langsung, dan menggunakan topi atau payung.

Berikutnya memakai baju berbahan ringan dan longgar, serta menghindari baju berwarna gelap agar tidak menyerap panas.

“Sebisa mungkin berteduh di antara pukul 11.00 WIB hingga 15.00 WIB,” ujar Bisri.

Selain itu, lanjut Bisri mengimbau masyarakat mewaspadai bila tubuh mengalami kondisi keringat berlebih, kulit terasa panas dan kering, rasa berdebar atau jantung teras lebih cepat, kulit terlihat pucat, kram pada kaki maupun abdomen, mual, muntah, pusing, serta urine sedikit dan berwarna kuning.

Ia menyampaikan jika muncul gejala tersebut, segera dinginkan tubuh dengan kain basah atau sponge basah pada pergelangan tangan, leher, dan lipatan tubuh lainnya serta banyak minum air putih.

“Jika masih bergejala, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan,” ucap Bisri.

Sementara , Kepala BMKG Tanjungpinang Ahmad Kosasih menyampaikan kondisi cuaca saat ini relatif normal, yang mana berdasarkan hasil pengukuran mencapai 33,6 derajat celcius.

Menurutnya suhu maksimum di wilayah Tanjungpinang rata-rata di antara 31 sampai 34,4 derajat celcius. Suhu tertinggi di Tanjungpinang terjadi pada bulan April 2024 yang 34,9 derajat celcius, namun tidak tergolong ekstrem. Suhu ekstrem harus 3 derajat di atas normal, misalnya 37,9 derajat celcius.

“Suhu panas terjadi setiap tahunnya dipicu adanya pergerakan semu matahari. Kalau daerah kita ini, suhu panas maksimu di bulan Maret dan April, kemudian kembali lagi September dan Oktober,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *