Tanjungpinang (Vnews.click) – Sebanyak 6.434 siswa lulusan SMP di Kepri tahun 2024 tidak tertampung bila masuk ke sekolah SMA dan SMK Negeri.
Sebab, untuk daya tampung SMA Negeri di Kepri hanya dapat menampung sebanyak 19.272 siswa. Sedangkan daya tampung SMK Negeri sebanyak 11.951 siswa.
“Jadi yang tertampung sesuai data Rencana Daya Tampung (RDT) sekolah SMA dan SMK Negeri di Kepri sebanyak 31.223 siswa,” sebut Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kepri, Andi Agung, belum lama ini.
Untuk jumlah SMA Negeri di Kepri sendiri sebanyak 94 sekolah, dan SMK Negeri sebanyak 36 sekolah.
“Jadi jumlah ini, prediksi kita masuk swasta,” ujarnya.
Keyakinan Andi Agung tersebut berdasarkan data tahun sebelumnya. Ada sebanyak 5.800 siswa masuk sekolah swasta.
“Nah kemudian, juga ada berlebih RDTnya. Seperti di Tanjungpinang itu, masih bisa menampung 557 siswa,” jelasnya.
“Lalu, untuk di Kabupaten Natuna sebanyak 662 siswa lagi, Lingga 464, Anambas 188, Bintan 376, serta Karimun 253 siswa,” tambahnya.
Andi pun menyebutkan, memang paling banyak daya tampung ada di Kota Batam. Sebanyak 14.828 siswa.
“Walapun yang lulus SMP sebanyak 20.560 ribu. Sisa berarti ada 5.606 siswa tidak tertampung SMA dan SMK negeri. Nah ini yang kita prediksi masuk ke swasta,” ucapnya.
Ia pun mengatakan, tidak akan muncul persoalan dalam proses PPDB bila orang tua tidak memaksakan anaknya masuk ke sekolah unggul atau favorit.
“Itudulu yang harus dikesampingkan. Tidak ada lagi pilihan masuk sekolah ke favorite dan sekolah unggul. Semua sama saja. Kalau sudah begitu, pasti tidak ada persoalan,” ujarnya.
Ia pun menegaskan, dalam proses PPDB tidak ada pungutan yang dibebankan kepada calon siswa atau pendaftar.
“Semua biaya proses PPDB sudah ditanggung dengan dana bos. Kalau ada ditemukan, silahkan laporkan,” tegasnya mengingatkan. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

