Advetorial KEPRI OLAHRAGA PEMERINTAHAN TANJUNGPINANG UPDATE

Tanjungpinang (Vnews.click), (Advetorial) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menyiapkan anggaran sekitar Rp11 miliar untuk pembinaan dan keberangkatan cabang olahraga pada pekan olahraga nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara 2024.

“Anggaran itu dialokasikan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kepri,” kata Sekdaprov Kepri, Adi Prihantara di Tanjungpinang, Selasa (20/2/2024).

Sekda menyebut anggaran untuk PON 2024 diambil dari pemotongan biaya perjalanan dinas pegawai ASN di lingkungan Pemprov Kepri.

Anggaran PON, kata dia, sebelumnya memang tidak dianggarkan di dalam daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) tahun anggaran 2024, karena Pemprov Kepri saat itu belum mengetahui persis besaran kebutuhan anggaran untuk atlet yang akan mengikuti PON Aceh-Sumatera Utara 2024.

“Anggaran Rp11 miliar ini untuk pembinaan dan keberangkatan para atlet serta ofisial kontingan PON Kepri ke Aceh dan Sumatera Utara,” ujar Adi.

Adi berharap anggaran tersebut dapat dimaksimalkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepri untuk meraih hasil yang maksimal di ajang PON tahun ini.

Masing-masing cabang olahraga yang akan bertanding pada PON 2024, diharapkan dapat mempersiapkan altetnya dengan giat berlatih dan menjaga kondisi fisik agar tetap prima.

“Tentu, kita ingin Kepri meraih medali sebanyak-banyaknya pada PON Aceh-Sumatera Utara,” ucapnya.

Secara terpisah, Wakil Sekum KONI Kepri, Amri menyampaikan pihaknya tengah konsen mempersiapkan atlet untuk mengejar target sepuluh medali emas pada PON Aceh-Sumatera Utara.

Menurutnya target sepuluh emas tergolong realistis, karena pada PON sebelumnya Kepri pernah memperoleh tujuh medali emas.

“Sejauh ini yang akan kita persiapkan adalah 29 cabang olahraga dengan atlet 112,” kata Amri.

Pihaknya juga sudah memanggil masing-masing 29 cabor guna koordinasi pertama mengenai persiapan atlet, kebutuhan, peralatan serta target yang akan disampaikan ke KONI.

Dari sinilah, kata Amri, KONI Kepri akan menggodok kembali dan melakukan pemantauan apakah atlet-atlet yang disiapkan akan ditempatkan di super prioritas, prioritas, atau cukup di harapan.

“Jadi kalau yang super prioritas yang menjadi target kita, akan kami tempatkan sepuluh atlet yang menjadi target kita untuk menyumbangkan medali emas. Otomatis perlakuannya akan beda dengan yang atlet-atlet lainnya, misalnya dari segi bantuan,” pungkasnya. (Redaksi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *