TANJUNGPINANG (VNEWS.click) – Jumlah penduduk miskin di Kepri periode September 2019 jika dibanding dengan September tahun 2018 mengalami kenaikan sebanyak 2.396 orang.
Menurut Kepala BPS Provinsi Kepri, Zulkipli, berdasarkan daerah tempat tinggal pada periode Maret 2019 hingga September 2019, Jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan bertambah dari 104.207 orang menjadi 104.234 orang. Sedangkan daerah perdesaan berkurang dari 24.254 orang menjadi 23.524 orang.
Dirinya menyatakan, komoditi makanan jenis beras dan rokok kretek filter menjadi penyumbang terbesar terhadap garis kemiskinan di wilayah Kepri baik di perkotaan maupun perdesaan pada September 2019 kemarin.
“Di mana beras memberi sumbangan sebesar 15,35 persen di perkotaan dan 20,63 persen di perdesaan. Kemudian rokok kretek filter memberikan sumbangan 8,83 persen di perkotaan dan 13,44 persen di perdesaan,” uajrnya.
Dilanjutkan Zulkipli, adapun komoditi lainnya adalah telur ayam ras 3,79 persen di perkotaan dan 4,97 persen di perdesaan. Kue basah 3,24 persen di perkotaan dan 4,40 persen di perdesaan. Ikan Tongkol, Tuna, Cakalang 2,52 persen di perkotaan dan 4,97 di perdesaan.
Zulkipli menambahkan, pada September 2019 BPS menetapkan garis kemiskinan sebesar Rp602.038 per kapita perbulan. Nilai garis kemiskinan naik sebesar 1,34 persen dibanding September 2018 sebesar Rp567.972 per kapita per bulan.(Ego)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

