KEPRI POLITIK TANJUNGPINANG

Tanjungpinang (Vnews.click) – Komisioner Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Maryamah memprediksi potensi pelanggaran netralitas aparatur sipil negara (ASN) pada Pemilu Serentak 2024 di daerah itu cukup tinggi terjadi.

“Khususnya di Kota Tanjungpinang, karena ASN tiga daerah berkumpul di sini, yaitu Pemkab Bintan, Pemkot Tanjungpinang dan Pemprov Kepri,” kata Maryamah di Tanjungpinang, Kamis (2/3/2023).

Apalagi jika berkaca dari data Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), menurutnya, tercatat ada 3.000 pelanggaran netralitas ASN pada pelaksanaan Pemilu 2019 dan Pilkada 2022. Hal itu tidak menutup kemungkinan kembali terjadi di Pemilu Serentak 2024.

Maryamah menyebut semua tahapan jelang Pemilu Serentak 2024 rentan terjadi pelanggaran netralitas ASN, namun yang paling krusial ialah saat kampanye politik.

Pihaknya telah menyiapkan beberapa strategi pencegahan berupa sosialisasi tatap muka kepada ASN, kemudian mengimbau kepada masyarakat lewat media sosial agar ASN menjaga netralitasnya dalam kontestasi politik.

Selanjutnya, Bawaslu Kepri juga akan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait yang memiliki semangat  menjaga netralitas ASN menyambut Pemilu Serentak 2024.

“Bawaslu RI pun sudah bekerja sama dengan KASN dan Mendagri untuk menindak tegas apabila ditemukan ASN tidak netral,” ujar Maryamah.

Selain itu, lanjut Maryamah, pihaknya bakal aktif memantau akun media sosial milik ASN seperti facebook.

Pasalnya, 30 persen pelanggaran netralitas ASN dilakukan lewat media sosial, misalnya dengan menekan tombol like atau berkomentar terhadap postingan berbau Pemilu.

Terlebih lagi ada konten media sosial milik ASN yang bersifat mendukung hingga mengajak memilih salah satu calon Pemilu.

“Kami pernah memproses ASN karena menyukai postingan Pemilu. Kita gali saat klarifikasi, apakah itu disengaja atau tidak,” ucap Maryamah.

Maryamah menambahkan sampai sejauh ini belum ditemukan adanya ASN tidak netral dengan mendukung atau memihak terhadap calon-calon tertentu, mengingat saat ini tengah berlangsung tahapan pencalonan anggota DPD RI.

“Kami imbau ASN tunjukkan bahwa mereka betul-betul netral dalam perhelatan Pemilu Serentak 2024,” katanya menegaskan. (Lus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *