Vnews.click, Bintan – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Desa Kuala Sempang di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meraih omzet Rp150 sampai Rp200 juta per bulan, dengan laba kotor sekitar Rp50 juta dan laba bersih bisa mencapai Rp20 juta per bulan.
Ketua KDMP Kuala Sempang Shalahuddin Syah di Tanjungpinang, mengatakan, sebagian besar laba bersih itu dimasukkan ke dalam kas koperasi atau menjadi sisa hasil usaha (SHU) selama setahun, untuk kemudian dibagikan kepada anggota koperasi sesuai Anggaran Dasar Rumah Tangga (ADRT) yang berlaku.
“Jumlah anggota KDMP Kuala Sempang berkisar 170 orang,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Sementara sebagian laba bersih lainnya, kata dia, dibagikan kepada mitra kerja sama atau pihak ketiga, seperti Bulog dan D’Sayur yang sejak awal banyak mendukung dari sisi modal usaha maupun suplai komoditi pokok masyarakat yang menjadi lini bisnis utama KDMP Kuala Sempang.
“Sesuai perjanjian awal, pihak ketiga dapat persenan dari laba bersih KDMP Kuala Sempang,” ungkapnya.
KDMP Kuala Sempang resmi beroperasi pada Juli 2025 sekaligus menjadi koperasi percontohan nasional perwakilan Kepri yang diluncurkan Presiden RI Prabowo Subianto bersama 80 ribu KDMP lainnya di Indonesia.
Koperasi tersebut membuka gerai sembako menyerupai mini market yang menyediakan aneka kebutuhan pokok masyarakat, mulai dari beras, minyak goreng, gula, tepong, termasuk produk-produk UMKM lokal, misalnya kerupuk.
Gerai sembako ini dibuka mulai pukul 08.00 WIB sampai 22.00 WIB, dengan jumlah pekerja empat orang. Mereka digaji sekitar Rp1,5 jut per bulan.
Lokasinya cukup strategis, berada di Taman Rekreasi Desa Kuala Sempang, salah satunya berhampiran dengan rumah makan sea food Rindu Selalu yang kerap didatangi turis asing.
“Turis setelah makan di situ, kadang singgah dulu ke gerai sembako kami, biasanya beli jajanan kerupuk khas laut,” ujarnya.
KDMP Kuala Sempang turut menyuplai bahan pangan untuk kebutuhan warga serta warung-warung kelontong di sekitarnya, misalnya beras dan minyak goreng.
Barang-barang pokok di gerai sembako tersebut dipasok dari Bulog dan D’sayur, dengan harga di bawah harga eceran tertinggi (HET).
“Kita tetap jual sesuai HET. Tidak boleh lebih dari itu,” pungkas Shalahuddin. (Mis)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

