KEPRI

Tanjungpinang (Vnews.click) – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengingatkan pelaku usaha segara mengurus nomor induk berusaha (NIB).

Sampai sejauh ini, jumlah pelaku usaha di Kepri yang sudah memilki NIB belum menyentuh angka 40 persen. Berdasarkan data BPS, total pelaku usaha (UMKM) di daerah itu mencapai 156 ribu unit.

“Kalau sudah punya NIB, artinya usahanya sudah formal karena teregister dalam database. Sehingga, bisa diketahui secara detail, mulai dari sektor usaha, omset hingga tenaga kerjanya,” kata Kepala Diskop UKM Kepri Riki Rionaldi, Selasa (14/5/2024).

Menurut Riki pelaku usaha yang sudah punya NIB ditambah dekat dengan aktivitas perbankan serta pembukuan yang baik, maka akan lebih mudah bagi pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan tepat sasaran.

Selama ini, kata dia, kebijakan terkait pembinaan berupa penyerahan bantuan atau pelatihan UMKM tidak melalui kajian apakah benar pelaku usaha bersangkutan cocok atau sesuai dengan bantuan yang diberikan.

“Maka itu, Pak Gubernur Ansar Ahmad mengamanatkan tugas khusus kepada Diskop UKM berkolaborasi dengan kabupaten/kota, agar bantuan yang diberikan baik hibah atau pelatihan dikaji betul-betul biar tepat sasaran,” ujar Riki.

Lanjutnya menyampaikan dari NIB yang sudah terdata dalam sistem, tentu jadi lebih mudah bagi Diskop UKM mendiagnosa bisnis UMKM, supaya output dan outcome yang dihasilkan bisa dievaluasi secara berkelanjutan mengingat kondisi UMKM yang turun naik atau dinamis.

“NIB jadi rujukan kami, karena pengakuan apapun bisa dicek dan ricek lewat NIB,” ujar Riki.

Selain itu, lanjut Riki, pelaku usaha yang telah memiliki NIB bisa mendapatkan beberapa fasilitas dukungan dari pemerintah daerah, seperti fasilitas pelatihan, capacity building, kemitraan sampai promosi usaha.

Ia menambahkan pelaku usaha yang belum punya NIB bisa segera mengurusnya melalui pendamping Diskop UKM di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.

“Pemerintah siap memfasilitasi pelaku usaha untuk mendapatkan NIB, atau bisa dilakukan secara mandiri via online, tutorialnya bisa dipelajari lewat Youtobe,” pungkas Riki. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *