Tanjungpinang (vnews.click) – Polres Tanjungpinang, Polda Kepulauan Riau (Kepri), menurunkan 400 personel kepolisian untuk mengamankan demo ratusan mahasiswa di kantor DPRD Provinsi Kepri, Pulau Dompak, Senin (11/4/2022).
Polisi turut memasang pagar kawat berduri di depan pintu masuk kantor DPRD Provinsi Kepri guna mengantisipasi pendemo mendesak masuk ke dalam gedung tersebut.
Namun demikian, Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando menekankan jajarannya melakukan pengamanan demo secara humanis, apalagi di tengah berlangsungnya bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah.
“Ini sesuai arahan Bapak Kapolri. Pengawalan demo harus humanis,” kata Kapolres AKBP Fernando.
Fernando juga mengimbau mahasiswa melakukan demo secara aman, tertib, dan kondusif dengan menghindari tindakan-tindakan anarkis, seperti merusak fasilitas publik maupun pemerintah.
Ia mempersilakan mahasiswa menyampaikan aspirasinya dengan santun, patuh hukum, dan menaati protokol kesehatan.
“Adik-adik mahasiswa silakan demo, tapi tetap patuhi prosedur yang ada,” ujarnya.
Kapolres menyebut selain di Kota Tanjungpinang, unjuk rasa serupa juga dilakukan di kantor DPRD Kota Batam.
Pengunjuk rasa yang terdiri dari sejumlah organisasi mahasiswa tersebut menyampaikan tiga tuntutan, antara lain menolak perpanjangan jabatan Presiden RI Jokowi tiga periode yang inkontitusional, menolak tegas kenaikan bahan pangan dan BBM, serta menolak tegas diberlakukannya pajak pertambahan nilai (PPN) 11 persen. (Lus/Ham)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

