Screenshot
HUKUM KARIMUN KEPRI

Vnews.click, Karimun – Polres Karimun memperkuat peran personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) untuk mencegah terjadinya kasus bunuh diri di Kabupaten Karimun.

Kapolres Karimun, AKBP Yunita Stevani, mengatakan dua kasus dugaan bunuh diri di wilayah Kabupaten Karimun belakangan ini, harus menjadi perhatian serius jajaran kepolisian sekaligus memperkuat upaya pencegahan melalui pendekatan sosial dan kepedulian masyarakat.

“Melalui Bhabinkamtibmas, polisi berupaya membangun komunikasi yang lebih dekat dengan warga, sehingga persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diketahui lebih dini dan tidak berkembang menjadi kondisi yang membahayakan,” kata AKBP Yunita, Sabtu (12/9/2026).

Kapolres Karimun juga mengimbau masyarakat tidak mengambil jalan pintas ketika menghadapi persoalan kehidupan, baik itu menyangkut persoalan keluarga, tekanan ekonomi, maupun beban psikologis.

Menurutnya persoalan yang berat perlu dihadapi dengan cara mencari bantuan dari keluarga maupun pihak profesional, bukan dengan mengakhiri kehidupan.

Ia menyebut rasa ingin bunuh diri sering kali dipicu oleh depresi, kecemasan ekstrem, atau tekanan hidup yang berat.

“Segera cari bantuan, psikolog atau psikiater dapat memberikan terapi dan penanganan yang tepat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga berpesan warga berbicara dengan orang lain, terutama profesional yang tidak menghakimi ketika mengahadapi persoalan hidup.

Dia turut menekankan pentingnya rasa kepedulian sesama ketika melihat teman atau keluarga yang menunjukkan tanda-tanda depresi berat atau menyatakan keinginan untuk mengakhiri hidup.

“Temani dan jangan tinggalkan mereka sendirian. Apabila berada dalam situasi bahaya, segera hubungi profesional atau dampingi mereka pergi ke puskesmas/ rumah sakit terdekat. Termasuk menghubungi Bhabinkamtibmas yang berada di wilayah sekitar,” ucap AKBP Yunita.

Kapolres menambahkan pencegahan bunuh diri bukan menjadi tanggung jawab kepolisian semata, namun diiperlukan keterlibatan keluarga, masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, serta seluruh unsur yang berada paling dekat dengan kehidupan warga.

Polres Karimun pun terus memperkuat langkah-langkah preventif dengan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat lingkungan.

“Kami tidak hanya sekadar memberikan informasi, tetapi juga membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sehingga mereka merasa nyaman untuk berbagi masalah,” ujar dia.

Belakangan, dua peristiwa dugaan bunuh diri di dua wilayah berbeda di Kabupaten Karimun terjadi pada hari yang sama.

Peristiwa pertama di wilayah Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing, Kamis (10/9) sekitar pukul 05.00 WIB. Seorang pria berinisial YA (40) ditemukan meninggal dunia di kediamannya.

Berdasarkan informasi awal kepolisian, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan sebelumnya pernah mendapatkan penanganan medis

Peristiwa kedua terjadi di Desa Lubuk, Kecamatan Kundur, sekitar pukul 02.00 WIB. Seorang pria lanjut usia berinisial B (80) ditemukan meninggal dunia di rumahnya.

Dari keterangan awal yang dihimpun kepolisian, korban diduga mengalami tekanan psikologis berkaitan dengan penyakit menahun yang telah lama dideritanya. (Mis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *