EKONOMI KEPRI TANJUNGPINANG

Vnews.click, Tanjungpinang – Rutan Kelas I Tanjungpinang terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui berbagai kegiatan produktif yang memberikan manfaat dan nilai ekonomi.

Salah satu hasil pembinaan tersebut adalah produksi Keripik Pisang Rujiba, camilan olahan pisang yang diproduksi langsung oleh warga binaan di bawah pendampingan petugas.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan warga binaan agar memiliki keterampilan dan pengalaman kerja yang dapat menjadi bekal setelah kembali ke tengah masyarakat.

Seluruh proses produksi, mulai dari pengolahan bahan baku hingga pengemasan, dilakukan secara terarah dengan pendampingan petugas guna memastikan kualitas produk tetap terjaga.

Dalam satu kali produksi, warga binaan mampu menghasilkan sekitar 50 bungkus Keripik Pisang Rujiba.

Produk tersebut dikemas menggunakan wadah yang menarik sehingga siap dipasarkan kepada masyarakat.

Keripik Pisang Rujiba dipasarkan kepada para pengunjung Rutan Kelas I Tanjungpinang serta pada berbagai kegiatan dan event yang diikuti oleh Rutan sebagai bentuk promosi hasil karya warga binaan.

Kepala Subseksi Bimbingan Kegiatan Rutan Kelas I Tanjungpinang, Shabril Huda, mengatakan bahwa program pembinaan kemandirian tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan kepada warga binaan, tetapi juga menumbuhkan semangat produktif, tanggung jawab, dan kemandirian.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan. Keripik Pisang Rujiba merupakan salah satu hasil pembinaan yang menunjukkan bahwa warga binaan mampu menghasilkan produk berkualitas dan memiliki nilai jual. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi modal bagi mereka ketika kembali ke masyarakat,” ujar Shabril Huda, Kamis (30/7/2026).

Melalui program pembinaan seperti ini, Rutan Kelas I Tanjungpinang berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang produktif dan berkelanjutan sebagai bagian dari proses pembinaan, sekaligus mendukung terwujudnya warga binaan yang lebih mandiri, terampil, dan siap berintegrasi kembali dengan masyarakat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *