EKONOMI KEPRI TANJUNGPINANG

Vnews.click, Tanjungpinang – PT PLN (Persero) bersinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam memperkuat validitas data kelistrikan nasional melalui pengumpulan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di wilayah Tanjungpinang dan Bintan.

Secara keseluruhan, terdapat sebanyak 90.629 pelanggan rumah tangga di wilayah Tanjungpinang yang menjadi sasaran validasi data kelistrikan melalui program DTSEN ini.

Berdasarkan data operasional hingga April 2026, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjungpinang Kota mencatat capaian realisasi pemeriksaan lapangan (ground check) sebesar 71,86 persen dari target bulanan.

Dari target 12.327 pelanggan, sebanyak 8.859 pelanggan rumah tangga telah berhasil diverifikasi.

Secara keseluruhan, ULP Tanjungpinang Kota memiliki 37.532 pelanggan tarif rumah tangga, baik prabayar maupun pascabayar.

Hingga saat ini, progres validasi total telah mencapai 23,60 persen. Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, PLN mengerahkan 14 petugas lapangan dengan beban kerja rata-rata 2.680 pelanggan per petugas.

Sementara itu, di wilayah PLN ULP Bintan Centre, proses validasi terus dipercepat di tengah jumlah pelanggan yang lebih besar.

Dari total 53.097 pelanggan rumah tangga, realisasi ground check hingga April tercatat sebanyak 4.789 pelanggan atau 27,08 persen dari target bulanan sebesar 17.682 pelanggan.

Jumlah petugas di ULP Bintan Centre sebanyak delapan orang, dengan rata-rata tanggung jawab 6.637 pelanggan per petugas. Hingga periode ini, capaian terhadap target total di wilayah tersebut berada pada angka 9,01 persen.

Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pelanggan selama proses verifikasi, setiap petugas dibekali Surat Tugas resmi dari BPS dan mitra pelaksana.

Selain itu, kegiatan ini turut didukung pemerintah daerah melalui Surat Edaran Gubernur yang ditujukan kepada pimpinan daerah di Kepulauan Riau.

BPS juga telah menyampaikan surat pemberitahuan kepada setiap kelurahan sebagai bentuk sosialisasi bahwa kegiatan ground check tengah berlangsung di lingkungan masyarakat.

Sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat guna mendukung perumusan kebijakan energi nasional yang lebih tepat sasaran. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *