Vnews.click, Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah tengah mencari jalan keluar perihal keluhan wisatawan mancanegara (Wisman) yang kesulitan membawa pulang hasil tangkapan ikan setelah memancing di daerah tersebut.
Kondisi ini kemudian memicu wisatawan luar negeri yang ingin memancing di Tanjungpinang mulai berkurang datang melalui Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP).
Informasi itu diperoleh dari pelaku usaha perjalanan wisata yang melayani wisatawan, terutama dari Malaysia.
“Setelah kami cek, persoalannya sederhana, yaitu ketika mereka (wisman) membawa box hasil pancingan saat pulang, selalu ditahan,” kata Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Selasa (14/7/2026).
Menurut Lis persoalan ini muncul di tengah meningkatnya kunjungan wisman ke Kepri. Data BPS mencatat, selama Januari hingga Mei 2026 jumlah kunjungan mencapai 837.015 orang atau naik 17,61 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 26.605 wisatawan masuk melalui Pelabuhan Internasional SBP atau sekitar 3,18 persen dari total kunjungan wisman ke Kepri. Jumlah itu masih berada di bawah Batam, Bintan, dan Karimun.
Lanjut Lis menyebutkan keluhan mengenai hasil tangkapan ikan wisatawan juga sudah beberapa kali disampaikan agen perjalanan dari Malaysia kepada mitra usaha wisata di Tanjungpinang.
Karena itu, persoalan tersebut perlu segera dicarikan jalan keluar agar tidak memengaruhi minat wisatawan memilih Tanjungpinang sebagai tujuan wisata mancing.
Lis mengaku telah berkomunikasi dengan Bea Cukai dan Kantor Imigrasi guna membahas persoalan tersebut bersama instansi terkait.
“Saya sudah menghubungi Kepala Bea Cukai dan juga berkomunikasi dengan Kepala Imigrasi. Kami berharap bisa duduk bersama mencari solusi,” ucap Lis.
Wali Kota Lis berharap seluruh pihak memiliki komitmen yang sama dalam mendukung sektor pariwisata di Tanjungpinang. Menurutnya kemudahan bagi wisatawan tetap dapat diupayakan tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku.
Ia menyampaikan kunjungan wisatawan berdampak terhadap peningkatan ekonomi lokal di berbagai sektor, mulai dari UMKM, transportasi, penginapan hingga kuliner.
“Kita harus punya komitmen bersama agar pengembangan Tanjungpinang menjadi kota wisata tidak sia-sia,” tutupnya. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

