Vnews.click, Tanjungpinang – Pengadaan buku untuk perpustakaan Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi Provinsi Kepri tahun 2026 menghadapi tantangan berat setelah anggarannya terpangkas drastis.
Dari pengajuan awal Rp150 juta, kini tersisa menjadi Rp40 juta akibat efisiensi anggaran.
Kendati demikian, pihak pengelola perpustakaan tetap memaksimalkan dana terbatas tersebut untuk menghadirkan bahan bacaan bagi masyarakat.
“Melalui anggaran itu, kita mampu menghasilkan 111 judul buku baru, dengan 555 eksemplar,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri, Moh. Bisri, Rabu (21/10/2026).
Meski demikian, jumlah tersebut dinilai masih jauh dari kata cukup untuk memenuhi tingginya permintaan pengunjung perpustakaan Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi.
Dari target ideal sekitar 50.000 eksemplar, ketersediaan buku saat ini baru mencakup kisaran 22.000 hingga 23.000 eksemplar.
Berbagai kategori buku yang paling banyak dicari meliputi bidang ekonomi, sosial, agama, pangan, hingga novel dan buku anak-anak.
Mengingat ilmu pengetahuan dan informasi terus berkembang, pengadaan buku secara berkala dinilai krusial agar anak-anak dan masyarakat mendapatkan referensi terbaru.
“Masyarakat maupun anak-anak kita perlu mendapatkan referensi yang terbaru,” ucapnya.
Guna mengatasi keterbatasan anggaran, pihak pengelola menginisiasi program kreatif bertajuk “SIBUK” (Sedekah Ilmu dan Buku) untuk mengajak masyarakat turut berpartisipasi menyumbangkan buku.Program sedekah buku ini terbuka bagi siapa saja yang ingin mendonasikan koleksi bacaannya.
Bahkan, sejumlah warga telah mulai menyumbangkan buku-buku layak baca mulai dari jenjang pendidikan TK hingga SMA, yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat luas yang membutuhkan. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

