Tanjungpinang (Vnews.click) – Baznas Provinsi Kepri menargetkan pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tahun 2026 sebesar Rp16 atau meningkat dari target tahun 2025 sebesar Rp15 miliar.
“Target zakat memang terus meningkat setiap tahunnya, tapi kami optimistis bisa tercapai,” kata Kepala Baznas Kepri, Arusman Yusuf, Senin (5/1/2026).
Arusman menyampaikan sejauh ini penerimaan ZIS masih didominasi dari zakat profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk di lingkungan Pemprov Kepri yang mencapai Rp500 juta per bulan.
Kemudian, ada pula zakat perusahaan swasta, lalu muzaki atau orang-orang wajib membayar zakat, serta dana infak dan sedekah yang dikumpulkan Baznas.
“Tahun ini, kami lakukan sosialisasi masif ke dinas-dinas yang belum maksimal membayar zakat, termasuk perusahaan dan dan muzaki,” ujarnya.
Selain itu, Arusman menambahkan Baznas Kepri turut meluncurkan gerakan gemar berinfak (Gempak) Gen-Z yang menyasar anak-anak sekolah SMA/SMK/SLB/MAN Negeri maupun Swasta.
Program itu diimplementasikan dengan menyebarkan kotak infak ke sekolah-sekolah, lalu uang infak yang terkumpul akan dikembalikan lagi ke sekolah bersangkutan guna menunjang program-program positif di lingkungan satuan pendidikan.
“Uang itu bisa dipakai memperbaiki fasilitas rusak di sekolah, misalnya ruang kelas atau kamar mandi,” ungkapnya.
Dia menyebutkan Baznas Kepri telah menyiapkan konter pelayanan pembayaran zakat di pusat-pusat keramaian, seperti mal, pelabuhan, dan bandara, untuk memudahkan masyarakat membayar zakat.
Hasil dana ZIS yang dihimpun Baznas Kepri dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program bantuan sosial, mulai dari beasiswa pendidikan bagi mahasiswa, lalu bantuan pengembangan UMKM, serta bantuan untuk dai atau pendakwa yang menyiarkan agama Islam di daerah terpencil, termasuk bantuan kesehatan dan bencana alam. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

