EKONOMI KEPRI PEMERINTAHAN SOSIAL TANJUNGPINANG UPDATE Videos

Tanjungpinang (Vnews.click) – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Kepri) menyampaikan dari data yang tercatat pada aplikasi Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology), ekspor santan kelapa beku dari Pulau Bintan sepanjang tahun 2025 dengan frekuensi 21 kali dan volume sebanyak 1,46 ribu ton.

Nilai ekonomi ekspor hilirisasi tersebut mencapai Rp365,2 miliar. Adapun negara tujuan ekspornya adalah Tiongkok.

Kepala Karantina Kepri, Hasim, menjelaskan pengolahan kelapa menjadi produk atau bahan baku setengah jadi, seperti santan, air kelapa, kelapa parut, arang, cocopeat, dan cocofiber.

“Pengolahan tersebut merupakan salah satu upaya menyukseskan hilirisasi komoditas yang dicanangkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam Program Asta Cita,” ungkapnya, Sabtu (3/1/2026).

Hasim menyampaikan Karantina akan terus mengawal dan memfasilitasi semua produk hewan, ikan, tumbuhan, dan produk turunannya yang akan diekspor.

Menurut Hasim proses hilirisasi atau industrialisasi diyakini mampu meningkatkan nilai tambah bagi produk itu sendiri, meningkatkan devisa negara, dan membuka banyak lapangan pekerjaan.

Pemerintah akan terus mendorong pelaku usaha untuk terus berinovasi dalam pengolahan bahan baku menjadi produk yang lebih bernilai, meningkatkan pemasaran dengan teknologi informasi, dan meningkatkan efisiensi dengan digitalisasi.

Selain itu, Barantin juga telah menerapkan digitalisasi sistem perkarantinaan dalam pelayanan sertifikasi, sehingga membuat Permohonan Tindakan Karantina (PTK) lebih fleksibel, dapat dilakukan pengguna jasa kapan pun dan dari mana saja.

Demikian pula petugas dapat merespon PTK pengguna jasa dengan gawai maupun gadget kapan pun dan di mana pun, sehingga teknologi digitalisasi benar-benar dirasakan sangat bermanfaat bagi pengguna jasa maupun petugas.

“Jangan ragu untuk lapor karantina, kami memberikan layanan prioritas bagi calon eksportir komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan serta produk turunannya. Semua layanan dapat diakses secara daring, sehingga lebih mudah, efektif, dan efisien,” pungkas Hasim. (Mis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *