Vnews.click, Bintan – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bintan, Samsul, menyatakan Sekolah Rakyat (SR) ditargetkan mulai dibangun akhir tahun 2026 berdasarkan hasil konsultasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos).
“Paling cepat dibangun bulan 10 atau, karena pemerintah pusat masih menggesa pembangunan SR tahap I dan tahap II. SR Bintan masuk tahap III,” kata Samsul, Senin (2/3/2026).
Samsul menyebut pembangunan SR di Bintan dipusatkan di kawasan Bintan Buyu, dengan luas lahan sekitar 10 hektare. Lahan itu merupakan aset Pemkab Bintan yang dihibahkan ke pemerintah pusat untuk keperluan program SR.
Menurut pemilihan Bintan Buyu memperitimbangkan wilayah itu dekat dengan pusat pemerintahan setempat serta jauh dari pusat keramaian, sehingga cocok untuk sekolah berasrama tersebut.
Selain itu, lokasinya dekat dengan akses air bersih, jalan umum/aspal serta jaringan listrik.
“Artinya, lokasi itu sudah memenuhi syarat untuk dibangun SR. Lahannya pun sudah bersertifikat,” ungkap Samsul.
Namun demikian, masih ada beberapa persyaratan SR yang perlu dilengkapi Pemkab Bintan, khususnya dokumen pengelolaan lingkungan seperti analisis dampak lingkungan (Amdal).
Samsul menyebut Pemkab Bintan akan mengalokasikan anggaran pengurusan dokumen lingkungan pada APBD Perubahan 2026.
Ia menegaskan pemerintah pusat akan membangun SR ketika seluruh dokumen yang dipersyaratkan rampung, termasuk permasalahan lahan dan lingkungan harus clean and clear.
“Artinya, Kalau SR ini jadi dibangun akhir 2026, kami bisa menganggarkan dokumen lingkungan melalui APBD Perubahan,” ujarnya.
Samsul menambahkan pembangunan SR di Bintan dibiayai sepenuhnya oleh pusat melalui APBN, dengan total anggaran mencapai Rp270 miliar. (Mis)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

