Vnews.click, Tanjungpinang – Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri, Rodi Yantari, menyebut proyek pembangunan museum dan monumen bahasa nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, menyerap ratusan tenaga kerja.
“Proyek ini akan menyerap 150 sampai 200 pekerja, 30 persen di antaranya pekerja lokal yang disesuaikan dengan kemampuan maupun keahliannya,” kata Rodi, Sabtu (26/9/2026).
Rodi mengatakan keterlibatan masyarakat Penyengat dalam proyek strategis itu diprioritaskan untuk sektor logistik, pengamanan hingga pengerjaan teknis sesuai kapasitas keahlian.
Ia berharap pemberdayaan pekerja lokal ikut mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus daya beli masyarakat di Pulau Penyengat.
“Sebagaimana arahan Bapak Gubernur Ansar Ahmad, proyek ini harus memberdayakan warga lokal untuk meningkatkan perputaran uang di masyarakat Penyengat,” ujar Rodi.
Selain itu, Rodi juga menjamin pelaksanaan pekerjaan museum dan monumen bahasa nasional di Pulau Penyengat berjalan tepat waktu, tepat mutu dan transparan.
Pemerintah daerah turut menggandeng Kejaksaan Tinggi Kepri, BPKP serta Inspektorat guna melakukan pendampingan sekaligus pengawasan terhadap proyek tahun jamak tersebut.
Rodi melanjutkan pembangunan proyek ini menelan anggaran sekitar Rp101 miliar dan dirgetkan rampung pada akhir Desember 2027.
“Target kami 2028 sudah bisa dimanfaatkan, bahkan peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda 28 Oktober 2028 dipusatkan di museum dan monumen bahasa nasional Penyengat,” demikian Rodi.
Pembangunan museum dan monumen bahasa nasional di Pulau Penyengat ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnvian, Kamis (24/9/2026). (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

