BINTAN HUKUM

Vnews.click, Bintan – Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Uban menggelar simulasi penanganan kecelakaan laut berupa tabrakan kapal di perairan Kabupaten Bintan.

Plt Kepala Pangkalan PLP Tanjung Uban Alfaizul mengatakan kegiatan ini memperingati HUT ke-53 Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) ke 53 dan HUT ke-38 Pangkalan PLP Tanjung Uban tahun 2026.

“Simulasi ini bagian dari kesiapsiagaan Pangkalan PLP mengantisipasi kecelakaan laut, mengingat wilayah perairan kita berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura,” kata Alfaizul, Senin (27/1/2026).

Alfaizul menjelaskan dalam simulasi kali ini diperagakan Pangkalan PLP Tanjung Uban menerima laporan kejadian kapal KM Melati 2 dan Tug Boat Meiden Kompas mengalami tabrakan akibat cuaca buruk di perairan Bintan, Senin (26/1), sekitar pukul 08.30 WIB.

Insiden itu mengakibatkan Tug Boat Meiden Kompas mengalami robek pada bagian lambung bagian kanan, dan muatan minyak high speed diesel (HSD) sekitar 59 kiloliter tumpah ke perairan sekitar.

Tak hanya itu, di lokasi juga terjadi percikan yang menyebabkan kebakaran di atas kapal hingga menyebabkan tiga orang ABK terjatuh ke laut.

Setelah menerima laporan itu, lanjut Alfaizul, dua rubber boat dikerahkan untuk mengevakuasi korban ke dermaga Pangkalan PLP Tanjung Uban.

Selain itu, pihaknya turut menurunkan Kapal Negara (KN) KALIMASADHA untuk memadamkan api di atas kapal.

Kemudian, KN. SAROTAMA dibantu KN. RANTOS ditugaskan melakukan penghisapan tumpahan minyak di perairan Bintan menggunakan skimmer.

Tak lama kemudian, tumpahan minyak itu berhasil dihisap ke storage tank, dan minyak sudah tidak terlihat di perairan tersebut.

“Simulasi ini berjalan aman dan lancar, dengan melibatkan 13 kapal,” pungkas Alfaizul. (Mis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *