KEPRI KESEHATAN PEMERINTAHAN SOSIAL TANJUNGPINANG UPDATE Videos

Tanjungpinang (Vnews.click) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri mencatat prevalensi angka penderita gangguan jiwa di daerah itu sebesar 1,8 persen, atau di bawah nasional yang sebesar 2 persen.

Kepala Dinkes Kepri, Bisri, menyebut prevalensi gangguan jiwa di Kepri relatif rendah karena faktor kehidupan, lingkungan, sosial, dan budaya yang punya pengaruh besar terhadap kesehatan mental seseorang.

“Banyak yang bilang, kalau Kepri ini daerahnya aman dan nyaman, sehingga ikut mempengaruhi kesehatan mental masyarakatnya,” kata Bisri, Jumat (10/10/2025).

Sementara, angka depresi di Kepri sebesar 0,5 persen, lalu angka gangguan jiwa berat yang memicu perilaku mengamuk mencapai 2,6 persen 1.000 penduduk, juga lebih rendah dibanding nasional yang sebesar 3 persen per 1.000 penduduk.

Selain itu, kata Bisri, di Kepri juga masih ada penderita gangguan jiwa yang dipasung dan ditempatkan di ruang tertutup. Jumlahnya mencapai 71 orang dan secara nasional sebanyak 2.424 orang.

Padahal, menurut dia, Kementerian Sosial tidak lagi memperbolehkan pemasungan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), melainkan melalui pengobatan di fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan kesehatan jiwa.

“Kita sosialisasi terus kepada masyarakat, tak boleh terjadi lagi pemasungan ODGJ,” ucap Bisri. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *